Pekanbaru (Riaunews.com) – Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menyoroti rendahnya tingkat penyerapan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) oleh sektor industri di Provinsi Riau. Padahal, SMK dirancang untuk mencetak tenaga kerja terampil dan siap pakai bagi dunia usaha dan industri.
Hendry mengungkapkan persoalan tersebut setelah menghadiri kegiatan di SMK Kehutanan Pekanbaru beberapa waktu lalu. Dari hasil diskusinya dengan pihak sekolah, tingkat serapan alumni oleh dunia industri rata-rata hanya sekitar 30 persen. “Setelah kami tanyakan ke sekolah-sekolah lain, hasilnya hampir sama. Ini cukup mengejutkan. Program pemerintah yang diharapkan menjawab kebutuhan SDM ternyata belum berjalan optimal,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).
Menurut Hendry, sektor industri seharusnya menjadi penopang utama dalam menyerap tenaga kerja, karena memiliki kebutuhan besar terhadap sumber daya manusia terampil. Ia berencana menelusuri persoalan tersebut ke Kementerian Perindustrian untuk mengetahui penyebab rendahnya serapan lulusan SMK. “Kita akan cek ke Kemenperin, apa sebenarnya yang tidak terpenuhi dari sekolah vokasi. Banyak alumni SMK yang langsung bekerja, tapi tidak sesuai jurusannya,” jelasnya.
Hendry menilai ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri menjadi salah satu faktor penghambat. Ia menyebut perlunya sinkronisasi kurikulum pendidikan vokasi dengan kebutuhan nyata di lapangan agar lulusan SMK lebih relevan dengan dunia kerja.
Politikus PKS itu juga mendorong pemerintah daerah, terutama dinas pendidikan, untuk turun tangan mencari solusi konkret. “Pemda harus menelusuri persoalan ini lebih dalam. Jangan sampai anggaran pendidikan habis tanpa hasil nyata,” tegasnya.
Ia menambahkan, perlu ada dialog rutin antara pemerintah daerah dan pelaku industri untuk merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan serapan tenaga kerja lulusan SMK. “Jika sinergi ini berjalan baik, saya yakin lulusan SMK di Riau bisa menjadi kekuatan utama pembangunan ekonomi daerah,” tutupnya.







Komentar