Pekanbaru (Riaunews.com) – Aktivitas di Pelabuhan Roro Air Putih dan Sungai Selari pada Senin (13/10/2025) masih terpantau padat. Namun, antrean kendaraan mulai berangsur terurai seiring rencana beroperasinya kembali kapal Swarna Putri milik PT Jembatan Nusantara setelah selesai menjalani perbaikan mesin.
Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Edi Kurniawan, mengatakan antrean di kawasan pelabuhan, khususnya Sungai Pakning, masih cukup panjang. “Kondisi antrean saat ini masih padat, khususnya di Sungai Pakning. Tadi malam tercatat kendaraan roda empat sebanyak 63 unit dan colt diesel 51 unit,” ujarnya.
Edi menjelaskan, jika kapal Swarna Putri telah dinyatakan aman beroperasi oleh pihak KSOP, maka antrean yang menumpuk akan berkurang signifikan. “Jika sore ini Swarna Putri sudah dinyatakan aman dan masuk lintasan, maka antrean yang menumpuk di Pakning akan segera terurai,” jelasnya.
Dari data Dinas Perhubungan, waktu tunggu kendaraan sebelumnya mencapai lebih dari satu hari. “Pada hari Sabtu waktu tunggu mencapai 28 jam, dan pada Minggu meningkat menjadi 33 jam. Artinya, kendaraan harus menunggu lebih dari satu hari untuk menyeberang,” kata Edi.
Dengan kembali beroperasinya Swarna Putri, kapal tersebut mampu mengangkut 6 hingga 8 unit colt diesel sekali lintas. Ia memperkirakan dalam dua hingga tiga hari ke depan, antrean akan sepenuhnya normal. “Dengan beroperasinya tiga kapal, yaitu Swarna Putri, Pertiwi, dan Dharma, lintasan Bengkalis–Sungai Pakning akan kembali lancar,” tambahnya.
Sementara itu, Triwinarko, Manager PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), menyampaikan bahwa kapal PL 3 yang masih dalam masa docking ditargetkan selesai dalam tiga minggu ke depan. “Proses perbaikan terus berjalan, dan kami menargetkan tiga minggu lagi selesai sehingga kapal sudah bisa kembali melayani masyarakat Bengkalis,” ujarnya.
Dengan beroperasinya kembali kapal Swarna Putri dan kesiapan dua kapal lainnya, pelayanan penyeberangan lintasan Bengkalis–Sungai Pakning diharapkan segera kembali lancar dan efisien, memulihkan aktivitas transportasi masyarakat dan distribusi logistik di wilayah tersebut.







Komentar