Bapanas akan Mengawasi Harga Pangan Secara Real Time

Jakarta (Riaunews.com) – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memerintahkan agar pengawasan harga pangan dilakukan secara real time. Langkah ini menjadi prioritas utama setelah dirinya resmi merangkap dua jabatan strategis tersebut.

“Rapat pertama saya langsung bahas pengawasan harga. Ini sangat strategis, terutama untuk pangan bersubsidi,” ujar Amran dalam keterangannya, Selasa (14/10/2025). Ia menegaskan, pemantauan harga harus dilakukan setiap hari tanpa jeda, mengingat pemerintah telah menyiapkan subsidi pangan sebesar Rp150 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat.

Amran menekankan pentingnya pengawasan ketat agar subsidi tepat sasaran, serta memastikan harga tetap stabil di tingkat petani dan konsumen. “Intervensi harga itu wajib dilakukan. Tentu ini semua demi kepentingan petani dan masyarakat miskin,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tim Bapanas sudah berpengalaman dan terbiasa bekerja cepat dalam menangani urusan pangan nasional. “Kita ini tim cepat. Tidak boleh lambat dalam urusan pangan,” ujarnya optimistis.

Amran juga mendorong koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas pangan nasional. Ia yakin sistem pengawasan harian akan memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian harga dan distribusi bahan pokok di seluruh daerah.

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti melaporkan adanya tren kenaikan produksi beras nasional sepanjang Oktober dan November 2025. Produksi beras Oktober naik 4,1 persen, dan November diperkirakan meningkat 6,19 persen. Secara kumulatif, produksi Januari–November 2025 mencapai 33,19 juta ton, naik 12,62 persen atau setara tambahan 3,72 juta ton dibanding tahun sebelumnya — sebuah capaian yang mencerminkan penguatan sektor pangan nasional.

Komentar