Kabut Tebal Ganggu Penerbangan Pagi di Bandara SSK II Pekanbaru, Sempat Delay 40 Menit

Pekanbaru268 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Senin pagi (13/10/2025), sempat terganggu akibat kabut tebal yang menyelimuti kawasan bandara. Kondisi ini menyebabkan keterlambatan penerbangan pertama menuju Jakarta.

General Manager Bandara SSK II, Achmad, menyebut pesawat Batik Air ID 7066 dengan rute Pekanbaru–Halim Perdanakusuma baru dapat lepas landas pada pukul 06.45 WIB, atau sekitar 40 menit dari jadwal semula. “Operasional penerbangan pagi ini sempat mengalami sedikit delay karena adanya kabut cukup tebal. Namun secara keseluruhan, situasi di bandara tetap aman dan kondusif,” jelasnya.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang di area bandara hanya sekitar 500 meter, sehingga belum memungkinkan untuk penerbangan. Sekitar pukul 06.30 WIB jarak pandang mulai meningkat dan aktivitas penerbangan kembali normal secara bertahap.

Pihak otoritas bandara bersama AirNav Indonesia terus memantau kondisi cuaca untuk memastikan keselamatan penerbangan. “Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Saat ini seluruh penerbangan sudah kembali normal,” tegas Achmad.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Pekanbaru, Mari Frystine, menjelaskan kabut yang terjadi merupakan kabut radiasi — fenomena alam yang umum muncul pada pagi hari saat udara tenang dan kelembapan tinggi. “Kabut terbentuk ketika uap air di udara mendingin dan berubah menjadi butiran air halus di dekat permukaan tanah, mirip seperti embun di kaca yang terkena udara dingin,” terangnya.

Mari menambahkan, kabut mulai terbentuk sejak dini hari ketika suhu turun drastis dan kelembapan mencapai titik maksimum. “Biasanya kabut akan hilang perlahan setelah matahari terbit dan suhu udara meningkat,” pungkasnya.

Komentar