Israel Cegat Armada Global Sumud Flotilla,450 Aktivis Ditahan

Internasional366 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Militer Israel pada Kamis (2/10/2025) mencegat hampir semua dari 40 kapal armada Global Sumud Flotilla yang berusaha menembus blokade Gaza. Lebih dari 450 aktivis dari berbagai negara ditahan, dan langkah tersebut langsung memicu gelombang kecaman internasional. Beberapa negara, termasuk Kolombia, sudah mengambil sikap tegas atas tindakan Israel.

Rekaman siaran langsung dari kapal menunjukkan tentara Israel bersenjata lengkap menaiki kapal, sementara para aktivis mengenakan rompi pelampung dengan tangan terangkat. Sebuah video dari Kementerian Luar Negeri Israel bahkan memperlihatkan aktivis lingkungan Greta Thunberg duduk di dek yang dikelilingi tentara. Penyelenggara flotilla menyebut sebagian besar sukarelawan diturunkan dari kapal dan dibawa ke darat.

Dari seluruh armada, hanya satu kapal bernama Marinette yang masih berlayar menuju Gaza. Penyelenggara mengatakan kapal tersebut berada sekitar 80 mil laut dari Gaza pada Kamis malam, setelah sebagian armada lebih dulu dicegat. Israel memperingatkan bahwa jika Marinette terus mendekat, mereka juga akan menghentikan langkah kapal itu untuk menembus blokade.

Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan seluruh aktivis yang ditangkap telah dibawa ke pelabuhan Ashdod dalam keadaan aman. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani memperkirakan para aktivis akan dipulangkan ke negara masing-masing mulai Senin (5/10) hingga Selasa (6/10) dengan penerbangan carteran.

Reaksi keras datang dari Presiden Turki Tayyip Erdogan yang menyebut tindakan Israel sebagai “premanisme” dan bukti bahwa pemerintah Israel tidak menginginkan perdamaian. Jaksa Agung Istanbul juga membuka penyelidikan terkait penahanan 24 warga Turki di kapal flotilla. Sementara itu, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mendesak pembebasan warganya, termasuk Nkosi Zwelivelile Mandela, cucu mendiang Nelson Mandela.

Penahanan ini memicu gelombang demonstrasi pro-Palestina di berbagai kota besar dunia, mulai dari Eropa, Karachi, Buenos Aires, hingga Mexico City. Di Italia, serikat pekerja menyerukan aksi mogok nasional sebagai bentuk protes atas tindakan Israel.

Komentar