Gunung Kidul (Riaunews.com) – Tim dosen Universitas Widya Mataram (UWM) bersama Universitas AKPRIND Yogyakarta menggelar pelatihan perizinan usaha dan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Rongkop, Minggu (21/9/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari program Hibah Kosabangsa 2025 yang fokus pada peningkatan daya saing UMKM.
Iva Mindhayani, dosen Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi UWM, menyampaikan materi tentang pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB) dan proses sertifikasi halal. Ia menegaskan, NIB wajib dimiliki UMKM agar bisa mengajukan sertifikasi halal resmi.
Dalam pelatihan, Iva tidak hanya memberi penjelasan teoritis, tetapi juga mendampingi peserta secara langsung mengurus NIB melalui sistem OSS. Peserta juga dipandu memahami tahapan pendaftaran sertifikasi halal yang kini makin mudah diakses.
“Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan pelaku UMKM bisa segera memiliki legalitas usaha dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk mereka,” ujar Iva.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta maupun pemerintah kalurahan. Para pelaku UMKM mengaku lebih paham mengenai pentingnya legalitas usaha serta jaminan halal untuk memperkuat pasar.
Melalui program ini, UWM dan AKPRIND mendorong UMKM di Gunungkidul agar mampu memperluas jangkauan pasar, menaikkan omzet, serta berkontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal.







Komentar