Pekanbaru (Riaunews.com) – Grand Prix Jepang kembali menjadi sorotan akhir pekan ini dengan sirkuit Mobility Resort Motegi yang berpotensi menjadi tempat penentuan gelar juara dunia bagi Marc Marquez. Balapan di Jepang dikenal sebagai salah satu seri paling ikonik sejak pertama kali bergabung dengan Kejuaraan Dunia pada 1962. Sirkuit Suzuka menjadi tuan rumah perdana, sebelum kemudian bergeser ke Fuji Speedway dan akhirnya menetap di Motegi sejak 1999.
Sejarah mencatat Motegi sering menghadirkan kejutan. Kenny Roberts Jr. membuka era Motegi dengan kemenangan pada 1999 dan 2000, disusul Valentino Rossi yang meraih kemenangan penting pada 2001. Dominasi Honda Racing Corporation (HRC) di lintasan ini sempat dipatahkan Ducati melalui Loris Capirossi yang menang tiga tahun beruntun antara 2005 hingga 2007.
Setelah itu, Yamaha menorehkan catatan manis lewat Valentino Rossi pada 2008 dan Jorge Lorenzo yang meraih tiga kemenangan di 2009, 2013, dan 2014. Ducati kembali ke puncak pada 2010 lewat Casey Stoner, sementara Dani Pedrosa membawa Honda berjaya pada 2011, 2012, dan 2015. Marc Marquez sendiri baru bisa meraih kemenangan di Motegi pada 2016, kemudian mengulanginya pada 2018 dan 2019.
Pandemi Covid-19 membuat GP Jepang absen pada 2020 dan 2021, sebelum kembali pada 2022. Sejak itu, Ducati mendominasi podium lewat Jack Miller, Jorge Martin, dan Francesco Bagnaia, sehingga total kemenangan pabrikan asal Bologna ini di Jepang menjadi delapan kali. Catatan itu menempatkan Ducati hanya terpaut dua kemenangan dari Honda dan unggul dua kali lipat atas Yamaha.
Bagi Marquez, Motegi adalah lintasan istimewa. Selain tiga kemenangannya di kelas utama, ia juga pernah menang di kelas 125 cc pada 2010 dan Moto2 pada 2012. Dengan total lima kemenangan, ia menjadi pembalap tersukses di lintasan milik Honda tersebut. Motegi juga punya kenangan manis bagi adiknya, Alex Marquez, yang tiga kali naik podium teratas di kelas junior.
Akhir pekan ini, pertarungan kakak-beradik Marquez menjadi sorotan utama. Jika Marc mampu meraih tiga poin lebih banyak dari Alex dari 37 poin yang tersedia, ia akan memastikan gelar juara dunia MotoGP ketujuh kalinya, sekaligus gelar kesembilan sepanjang kariernya. Tambahan kemenangan juga akan mencatatkan sejarah baru dengan torehan 100 kemenangan di semua kelas, di mana saat ini ia mengoleksi 99 kemenangan.







Komentar