Jakarta (Riaunews.com) – Pemerintah Indonesia hampir merampungkan rencana penambahan kepemilikan saham lebih dari 10 persen di PT Freeport Indonesia (PTFI). Penambahan saham tersebut ditargetkan mencapai 12 persen tanpa harus mengeluarkan dana dari anggaran negara.
CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa proses finalisasi saat ini sedang berlangsung. Ia menegaskan bahwa skema penambahan saham dilakukan secara gratis. “Free of charge, mantep kan,” kata Rosan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025).
Menurut Rosan, target penambahan saham sebesar 12 persen akan semakin memperkuat posisi Indonesia di PTFI. Saat ini, pemerintah melalui MIND ID telah menguasai mayoritas saham sebesar 51,2 persen sejak akuisisi pada 2018.
Meski begitu, Rosan menyebut langkah tersebut masih menunggu arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. “Dalam waktu dekat sedang menunggu arahan dari Bapak Presiden,” ujarnya.
Rosan memastikan skema penambahan saham ini tidak membebani keuangan negara. Ia menyebut pembahasan dengan pihak Freeport telah memasuki tahap akhir, sehingga pemerintah tinggal menunggu keputusan strategis dari kepala negara.
Dengan tambahan saham ini, pemerintah berharap pengelolaan sumber daya mineral strategis di Papua semakin berpihak pada kepentingan nasional. Rosan menilai penguatan posisi Indonesia di Freeport akan berdampak signifikan bagi penerimaan negara sekaligus keberlanjutan industri tambang.







Komentar