Doha (Riaunews.com) – Pemerintah Qatar mengutuk keras serangan Israel yang menewaskan lima orang di ibu kota Doha pada Selasa (9/9/2025). Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani menegaskan negaranya berhak melakukan pembalasan atas tindakan yang disebutnya sebagai terorisme negara.
“Qatar berhak untuk menanggapi serangan terang-terangan ini,” ujar Al-Thani dalam konferensi pers Selasa malam. Ia menyebut serangan tersebut sebagai “momen penting” bagi Timur Tengah dan menyerukan adanya respons kolektif dari negara-negara kawasan.
Al-Thani menegaskan agresi Israel merupakan tindakan biadab yang mengancam perdamaian di Timur Tengah. Menurutnya, krisis saat ini telah mencapai titik yang menentukan dan tidak bisa lagi dipandang sebagai konflik terbatas.
Israel diketahui terus melancarkan serangan militer ke sejumlah wilayah, termasuk Gaza, Lebanon, Yaman, dan Suriah, serta melakukan operasi harian di Tepi Barat yang diduduki Palestina. Data terbaru menunjukkan lebih dari 64.000 warga Gaza tewas sejak militer Israel memulai serangan pada Oktober 2023.
Banyak kelompok hak asasi manusia menuding aksi Israel di Gaza sebagai bentuk genosida. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) bahkan telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas dugaan kejahatan perang.
Qatar menilai tindakan Israel tidak hanya menargetkan warga sipil, tetapi juga berupaya merusak setiap peluang perdamaian. Pemerintah Doha menyerukan solidaritas dunia Arab dan komunitas internasional untuk menghentikan agresi serta memberikan keadilan bagi korban.







Komentar