Beijing (Riaunews.com) – Pemerintah China menepis tuduhan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menuding Beijing berkonspirasi dengan Rusia dan Korea Utara untuk melawan AS. Beijing menegaskan, hubungan diplomatik yang mereka jalin tidak pernah ditujukan untuk menargetkan pihak mana pun.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing pada Kamis (4/9/2025), membantah klaim Trump yang disampaikan melalui platform Truth Social. “China tidak pernah menargetkan pihak ketiga mana pun dalam mengembangkan hubungan diplomatik dengan negara mana pun,” kata Guo, seperti dikutip Xinhua, Jumat (5/9/2025).
Trump sebelumnya menuding adanya konspirasi antara Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Tuduhan itu ia lontarkan saat menanggapi parade militer di Beijing dalam rangka peringatan 80 tahun kemenangan Perang Rakyat China Melawan Agresi Jepang dan Perang Dunia II.
Guo menegaskan, tujuan Beijing mengundang pemimpin asing dalam peringatan tersebut adalah untuk mengenang sejarah bersama dengan negara-negara dan rakyat yang mencintai perdamaian. “Tujuannya adalah untuk menghormati para pahlawan yang gugur, menghargai perdamaian, dan menciptakan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Dalam pidatonya di parade, Presiden Xi tidak menyinggung AS secara spesifik. Ia justru menyampaikan terima kasih kepada seluruh negara atas kontribusinya dalam kemenangan melawan fasisme.
Parade militer tersebut berlangsung di Beijing pada Rabu (3/9/2025), dihadiri 26 kepala negara dan pemerintahan, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, serta Presiden Indonesia Prabowo Subianto.







Komentar