Tel Aviv (Riaunews.com) – Ribuan warga Israel kembali turun ke jalan pada Selasa (26/8) pagi waktu setempat untuk menuntut diakhirinya perang di Gaza serta pembebasan sandera yang masih ditahan Hamas. Aksi berlangsung di Tel Aviv, di mana para demonstran memblokir sejumlah ruas jalan dengan membawa bendera Israel dan foto-foto sandera.
Unjuk rasa ini digelar jelang rapat kabinet keamanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Selasa malam. Sejumlah kelompok aksi juga berunjuk rasa di dekat kantor cabang Kedutaan Besar Amerika Serikat di Tel Aviv dan di luar rumah sejumlah menteri Israel di berbagai wilayah.
“Kami menuntut agar para pemimpin kami duduk di meja perundingan dan tidak beranjak sampai ada kesepakatan,” ujar Hagit Chen, salah satu anggota keluarga sandera, seperti dikutip forum keluarga korban. Media lokal menyebut rapat kabinet kemungkinan akan membahas negosiasi gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera.
Sebelumnya, Netanyahu memerintahkan perundingan baru dengan Hamas setelah kelompok itu menyatakan menerima proposal gencatan senjata dari mediator. Usulan tersebut mencakup pembebasan sandera Israel secara bertahap selama 60 hari dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina. Namun, rencana militer Israel untuk mengambil alih Kota Gaza masih memicu kekhawatiran publik atas keselamatan para sandera.







Komentar