Selatpanjang (RiauNews.com) – Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mengalami kelangkaan beras premium yang berpotensi memicu krisis setelah stok di pasaran hanya mencukupi kurang dari setengah kebutuhan bulanan. Pemerintah kabupaten telah mengirim surat resmi kepada Perum Bulog Divre Riau dan Kepri di Pekanbaru untuk meminta pasokan darurat, dengan tembusan kepada DPRD dan Kapolres setempat.
Hasil pemantauan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan UKM (Disperindag UKM) pada 10 Agustus menunjukkan rak beras premium di toko dan minimarket Selatpanjang kosong. Plh Kepala Disperindag UKM Meranti, Miftahulaid, menyebut kekosongan terjadi akibat terganggunya distribusi dari Jakarta dan kekhawatiran pedagang terkait isu beras oplosan sejak Juli.
Pengecekan di lima distributor utama menunjukkan gudang kosong, sementara kebutuhan bulanan Meranti mencapai 1.883 ton. Per pertengahan Agustus, stok hanya 758 ton, terdiri dari 80 ton di toko dan minimarket, 50 ton beras lokal, serta 628 ton cadangan pemerintah.
Pemkab mengimbau warga tidak melakukan panic buying dan mendorong konsumsi beras medium atau beras SPHP. Untuk mengatasi kelangkaan, pemerintah akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Bulog dan Polres mulai 14 Agustus di Polsek Tebing Tinggi, dilanjutkan ke Polsek Tebingtinggi Barat pada 15 Agustus.







Komentar