Canberra (Riaunews.com) – Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengecam pernyataan pejabat Israel yang membantah adanya kelaparan di Jalur Gaza. Dalam pertemuan Partai Buruh di Canberra, Selasa (29/7), Albanese menilai klaim tersebut “tidak masuk akal” dan mempertanyakan kredibilitas informasi yang disampaikan oleh pemerintah Israel.
“Klaim bahwa tidak ada kelaparan di Gaza itu tidak masuk akal,” tegas Albanese.
Komentar tersebut merespons pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Wakil Duta Besar Israel untuk Australia, Amir Meron, yang sebelumnya menyatakan tidak ada krisis kelaparan di Gaza. Dalam unggahan di media sosial, Senin (28/7), Netanyahu menolak tuduhan bahwa pemerintahnya menerapkan kebijakan kelaparan terhadap warga Palestina.
Sementara itu, Meron dalam taklimat pers bersama sejumlah jurnalis Australia di Canberra, Senin, menyebut laporan tentang kelaparan sebagai bagian dari “kampanye palsu” yang digerakkan oleh Hamas. Ia menyatakan Israel tidak mengakui adanya kelaparan di wilayah konflik tersebut.
Menanggapi pernyataan tersebut, Albanese menegaskan bahwa meskipun informasi dari Hamas perlu ditanggapi dengan hati-hati, faktanya Israel-lah yang mencegah akses jurnalis independen ke Gaza.
Pernyataan Albanese selaras dengan komentarnya sebelumnya di televisi Australian Broadcasting Corporation (ABC) pada Minggu (27/7), di mana ia menyebut Israel “jelas” telah melanggar hukum internasional dengan membatasi distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza. Pada Jumat (25/7), ia juga menekankan bahwa penolakan bantuan dan pembunuhan warga sipil “tidak dapat dibela atau diabaikan.”
Saat ditanya tentang kemungkinan pengakuan Australia terhadap negara Palestina, Albanese menyatakan pemerintahannya masih memiliki sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum mengambil keputusan tersebut, termasuk perlunya reformasi demokratis di wilayah Palestina.







Komentar