120 Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang dan Longsor di Agam, Pencarian Terus Dilanjutkan

Daerah, Lingkungan311 Dilihat

Agam (Riaunews.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di daerah tersebut mencapai 120 orang hingga Minggu (30/11) pukul 23.00 WIB. Korban tersebar di enam kecamatan, dengan jumlah tertinggi berada di Kecamatan Palembayan sebanyak 97 orang.

Selain itu, sebanyak 74 orang masih dinyatakan hilang. Mereka berasal dari Kecamatan Malalak sebanyak enam orang, Palembayan 63 orang, Lubuk Basung satu orang, dan Tanjung Raya empat orang. Proses pencarian dilanjutkan pada Senin (1/12) pagi dengan melibatkan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, PMI, serta bantuan anjing pelacak (K9) dari Polri.

Korban luka yang dirawat tercatat mencapai 45 orang, dengan 44 orang berada di RSUD Lubuk Basung dan satu orang di RSUP M Djamil Padang. Tim medis dan relawan terus melakukan penanganan darurat pada para penyintas yang mengalami luka dan trauma pascabencana.

Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi juga meningkat menjadi 6.300 jiwa. Para penyintas tersebar di berbagai titik, termasuk rumah kerabat, masjid, mushalla, sekolah, dan lokasi pengungsian lainnya di 11 kecamatan terdampak. BPBD telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi.

Upaya penanganan darurat terus dilakukan, termasuk pembersihan material longsor dan pembukaan akses jalan yang tertutup. Pemerintah daerah memastikan seluruh personel gabungan tetap siaga untuk mempercepat proses evakuasi, pencarian, dan pemulihan sementara.

BPBD Agam mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi menimbulkan bencana susulan. Koordinasi dengan pemerintah provinsi dan BNPB juga terus dilakukan untuk percepatan penanganan di wilayah terdampak.

Komentar