Pekanbaru (Riaunews.com) – Penyerahan SK Hutan Adat oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Kabupaten Kuantan Singingi, Jumat (28/11/2025), diwarnai sorotan publik terhadap insiden perusakan fasilitas Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan. Sehari sebelumnya, sekelompok warga merusak plang nama dan portal masuk kawasan konservasi tersebut sepulang dari aksi demonstrasi di Kejaksaan Tinggi Riau.
Dalam kejadian itu, massa juga mengusir personel TNI yang berjaga di pos pengendalian. Untuk menghindari bentrokan, para prajurit memilih mundur sementara. Insiden tersebut memicu kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik lama terkait penguasaan lahan di kawasan TNTN.
Usai agenda di Kuansing, Raja Juli Antoni sempat dimintai tanggapan oleh wartawan terkait insiden perusakan fasilitas negara tersebut. Namun Menteri hanya menjawab singkat dan tanpa penjelasan lanjutan. “Insyaallah saya akan ke TNTN jika sudah waktunya,” ujarnya singkat sambil menuju kendaraan dinas.
Minimnya respons tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai sikap pemerintah pusat. Sejumlah pihak menilai kehati-hatian diperlukan, namun mereka menilai pernyataan singkat itu belum cukup menjawab kondisi serius yang tengah berkembang di TNTN.
Hingga saat ini, situasi di lapangan mulai dilaporkan kondusif setelah sekitar 200 personel gabungan TNI–Polri dikerahkan. Aparat bersiaga untuk mencegah potensi kericuhan susulan serta menjaga aset negara di kawasan konservasi tersebut.
Meski demikian, publik menanti langkah konkret pemerintah dalam menangani konflik dan memastikan penegakan hukum atas perusakan fasilitas negara. Belum ada kepastian kapan Menteri Kehutanan akan meninjau langsung TNTN, sementara eskalasi persoalan dinilai membutuhkan penanganan segera dan transparan.







Komentar