Buaya Raksasa 5,7 Meter Berhasil Dievakuasi ke Penangkaran di Tembilahan

Inhil, Lingkungan389 Dilihat

Indragiri Inhil (Riaunews.com) – Seekor buaya muara berukuran raksasa yang ditangkap warga di Desa Sungai Undan, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), berhasil dievakuasi ke penangkaran sementara di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Inhil, Jalan SKB, Kota Tembilahan.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Inhil, Junaidi, mengatakan proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh tantangan. “Ya besar sekali buayanya. Saat dinaikkan ke mobil, belasan orang harus membantu mengangkat,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).

Reptil berukuran super jumbo itu diangkut menggunakan mobil double cabin Toyota Hilux, dengan panjang tubuh jauh melebihi bak kendaraan. Sebelum perjalanan, petugas mengikat erat mulut, kaki, dan ekor buaya sesuai prosedur keamanan. Evakuasi darat dari Sungai Undan ke Tembilahan memakan waktu sekitar sembilan jam, dimulai pukul 09.00 WIB dan tiba sekitar pukul 18.30 WIB.

Selama perjalanan, petugas rutin menyiram tubuh buaya dengan air agar suhu tubuhnya tetap lembab. Setibanya di lokasi, tim Damkar menghadapi tantangan baru saat menurunkannya. “Kami menambah ikatan tali di tubuh buaya lalu menariknya, sementara mobil digerakkan ke arah berlawanan,” kata Junaidi.

Setelah dilakukan pengukuran, diketahui panjang buaya mencapai 5,7 meter dengan lingkar perut sekitar 2 meter dan berat diperkirakan mencapai 1 ton. Ukuran ini berbeda dari perkiraan warga yang sempat menyebut mencapai 7 meter.

Penangkapan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah Inhil. Sebelumnya, buaya sepanjang 5,2 meter pernah ditangkap pada 2022 di Sungai Piyai, dan 4,7 meter pada 2021 di Desa Sialang.

Menurut Junaidi, fenomena buaya besar sering terjadi menjelang akhir tahun saat musim pasang besar. Ia juga menyebut bahwa pada Oktober 2025 lalu, tim Damkar Inhil telah menangkap tiga ekor buaya lain berukuran 2–3 meter di beberapa lokasi berbeda.

“Inhil memang habitat alami buaya karena dikelilingi sungai, rawa, dan hutan mangrove. Kami tetap imbau warga untuk waspada, terutama saat musim pasang,” pungkasnya.

Komentar