Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Sosial sedang melakukan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini diambil menyusul temuan adanya warga penerima bantuan sosial (bansos) yang puluhan tahun tidak beranjak dari garis kemiskinan.
Kepala Dinas Sosial Pekanbaru, Zulfahmi Adrian, mengatakan evaluasi tersebut penting agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran. “Ada masyarakat yang sudah menerima bansos selama puluhan tahun namun tidak ada perubahan kondisi ekonominya. Hal ini yang akan kita evaluasi, sekaligus memberi kesempatan bagi warga lain yang juga sangat membutuhkan,” ujarnya, Senin (15/9/2025).
Berdasarkan data dari Koordinator Kota Program Keluarga Harapan (PKH), saat ini jumlah penerima manfaat bansos di Pekanbaru mencapai sekitar 14 ribu kepala keluarga (KK). Data ini kini tengah ditelaah kembali untuk memastikan keakuratan dan relevansinya.
Menurut Zulfahmi, proses pemutakhiran DTSEN akan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Badan Pusat Statistik (BPS). “Finalisasi mekanismenya sedang kita siapkan bersama stakeholder terkait agar data penerima bansos benar-benar valid dan adil,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembaruan data ini diharapkan dapat mengurangi ketimpangan penerimaan bantuan dan memastikan warga yang lebih layak tidak terlewat dari program pemerintah.
Zulfahmi menegaskan, pemutakhiran DTSEN menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas program pengentasan kemiskinan di Pekanbaru. “Kita ingin bansos benar-benar menjadi instrumen yang memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.







Komentar