Mencapai Kesehatan Mental yang Stabil, Bagaimana tips untuk mewujudkannya?

Lifestyle, Opini18 Dilihat

Oleh  Nora Afrilia, Penulis dan Aktivis Muslimah

Kesehatan mental istilah anak muda sekarang. Bentuk pengakuan diri bahwa mereka sedang dalam proses ke arah perbaikan. Namun jika ujung dari perbaikan tersebut pada tindakan negatif maka menyebabkan kesehatan mental tersebut terganggu. Apa sebenarnya makna kesehatan mental ? Adakah ada cara Islam mewujudkan kesehatan mental tersebut?

Kasus mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya diduga mencoba bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 6 kampus. Korban selamat dan hingga dalam perawatan intensif di rumah sakit. Diduga adanya pertengkaran dengan teman dekatnya membuat mahasiswa ini memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Bukan hanya itu, kejadian bunuh diri juga terjadi pada seorang pria diduga bernama Fajar Sahrudin alias FS (31). Warga asal Kedaung Kemiling Lampung itu, ditemukan meninggal dunia di area Plaza Utara Pintu 10 Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Minggu (6/9/2026) dini hari. Setelah dilakukan penyelidikan terdapat sebuah botol minum mineral di sekitar jadas FS yang diduga merupakan minuman racun yang sengaja di racik.

Ditubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan. Kematian korban mengisyaratkan bahwa terdapat beban berat yang FS hadapi sehingga memutuskan hal tersebut. Hal itu diperkuat dengan unggahan terakhir sebelum kepergiannya oleh saksi yang sekaligus teman baik korban. (tvonenews.com, 10/09/2026)

Kita tidak sedang berbicara sebenarnya apa masalah yang dihadapi oleh para korban bunuh diri. Kita sedang berusaha menelusuri sebenarnya adakah hari ini dalam aturan hidup hedonis dan individualis saat ini mereka diberi ruang untuk didengar? Atau mereka lebih banyak menyimpan akibat ketidakyakinan mereka dengan siapa-siapa pun. Hasilnya mereka memutuskan berpikir dengan pemahaman sendiri.

Memelihara Mental Gaya Islam

Berbicara aturan hidup sekuler kapitalis saat ini tidak lepas dari gaya individualis. Diri kita maka kita yang memecahkan problem sendiri. Seolah Tuhan jauh tidak perduli dengan apa yang terjadi pada ciptaanNya. Individu satu merasa enggan untuk berdiskusi terkait persoalannya. Bisa karena banyak faktor karena tidak percaya, takut akan terbuka aibnya.

Masyarakat disuasanakan oleh negara ini memikirkan masa persoalan hidup masing-masing tanpa terlalu peduli dengan masalah orang lain. Terlalu memusingkan persoalan orang lain adalah bentuk ikut campur yang dikhawatirkan membahayakan diri sendiri. Dominan watak masyarakat saat ini. Meski satu-satu orang juga masih mementingkan jiwa kemanusiaan.

Islam aqidah sempurna. Para ahli dulunya ketika dalam peradaban islam melakukan banyak hal untuk membuat kesehatan mental seseorang itu terjaga. Kesehatan mental itu laksana penggabungan aqliyah (pemikiran) dan nafsiyah ( perilaku) seseorang. Maka akan melahirkan kepribadian yang bercahaya sesuai aqidah yang dia yakini.

Ketika berbicara dalam contoh keseharian. Kita bisa mencontoh Rasulullah SAW. Dengan tenang mendengarkan permasalahan para sahabat. Salah satunya Abu Dujanah yang terkenal sering tergesa-gesa ketika selesai shalat berjamaah. Namun suatu hari beliau memanggilnya.

Beliau berusahal menanyakan dengan perlahan dan tenang. Apa yang membuat abu Dujanah selalu tergesa-gesa sehabis sholat.

Abu Dujanah memiliki rumah yang berdekatan dengan orang munafik yang memiliki pohon kurma. Abu Dujanah tidak ingin kurma berceceran ke rumah nya karena meskipun sering keluarga mereka dalam keadaan kelaparan.

Pernah suatu ketika terlambat pulang. Anaknya terlanjur memakan kurma basah tersebut. Kemudian dia meminta anaknya memuntahkan kembali karena dia malu dihadapan Allah memasukkan makanan haram ke keluarganya. . Rasulullah memeluk dan meneteskan air mata.

Beliau lalu meminta agar pemilik kurma bersedia menjual pohon kurma kepada beliau. Dan bersedia membayar 10 kali lipat dari harga kurma biasa. Dan Abu bakar kemudian yang bersedia menggantikan Rasulullah membayarkan pohon kurma.

Begitulah kepribadian para pemimpin dan masyarakat ketika ada kaum Muslim yang terhimpit dengan persoalan hidupnya. Bukan malah menekan mereka. Dan menyusahkan mereka.

Bahkan ketika tingkat mental tersebut hampir berujung pada stres berat. llmuan pun berusaha di dalam negeri melakukan terapi agar mereka tidak putus asa. Duduk dan mendengarkan keluh kesah mereka. Merilekskan mereka dengan wewangian, musik penenang sepeti suara air, suara hembusan angin, dll. Semuanya dibiayai oleh pemerintah.

Kepedulian itu dibentuk oleh banyak pihak, keluarga, masyarakat, dan negara. Membuat pihak yang terlihat banyak memendam tekanan hidup yang mendalam harus dicegah. Karena memang ini terkait dengan kekuatan aqidah. Islam itu sempurna. Membuat kita dekat dengan Allah bukan hanya melalui sholat.

Namun melalui penerapan seluruh hukum SyariatNya. Agar ketenangan dan kedamaian memang nyata dirasakan. Dan mutlak diterapkan secara utuh dan menyeluruh oleh kepemimpinan Islam di seluruh negeri.

Komentar