Pekanbaru (Riaunews.com) – Pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Kota Pekanbaru masih berlangsung di tengah penurunan kualitas udara akibat kabut asap. DPRD Kota Pekanbaru meminta guru meningkatkan kreativitas agar perubahan metode belajar tidak menurunkan kualitas pembelajaran.
Kebijakan PJJ tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Nomor P.400.3.1/Disdik/21/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran Akibat Penurunan Kualitas Udara di Kota Pekanbaru. PJJ berlaku mulai Rabu (26/8/2026) hingga Jumat (28/8/2026).
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Abidin, mengatakan perubahan metode pembelajaran harus tetap diikuti dengan kualitas pendidikan yang baik. Menurutnya, guru perlu menyiapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi peserta didik selama belajar dari rumah.
“Skema PJJ ini harus kreatif. Para guru harus bisa membuat pembelajaran tetap menarik sehingga outcome atau hasil pembelajarannya tetap tercapai,” kata Tekad.
Guru Diminta Tak Hanya Beri Tugas
Tekad menilai guru tidak cukup hanya memberikan tugas kepada siswa selama PJJ. Guru perlu menggunakan metode yang kreatif dan interaktif serta memanfaatkan berbagai media pembelajaran agar siswa tetap aktif mengikuti proses belajar.
Ia juga meminta materi pembelajaran disampaikan dengan cara yang mudah dipahami. Langkah tersebut penting agar siswa tidak kehilangan semangat belajar meski proses pembelajaran berlangsung dari rumah.
Menurut Tekad, penerapan PJJ menjadi langkah yang tepat untuk melindungi peserta didik dari paparan udara buruk. Anak-anak termasuk kelompok yang rentan terhadap dampak penurunan kualitas udara.
Sekolah Swasta Diminta Patuh
DPRD Pekanbaru mendukung pelaksanaan PJJ hingga 28 Agustus 2026. Tekad juga meminta seluruh sekolah, termasuk sekolah swasta, mengikuti kebijakan tersebut selama kondisi kualitas udara belum memungkinkan pembelajaran tatap muka.
“Kita dukung PJJ sampai 28 Agustus dan sekolah swasta juga harus mematuhinya,” jelasnya.
Selama PJJ, kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara sederhana dan efektif dari rumah masing-masing peserta didik. Guru diharapkan tetap menjaga ketercapaian materi sekaligus menyesuaikan beban pembelajaran dengan kondisi siswa.







Komentar