Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mendeteksi sebanyak 312 titik panas (hotspot) di wilayah Pulau Sumatera hingga Rabu (8/7/2026). Dari jumlah tersebut, delapan titik berada di Provinsi Riau dan tersebar di empat kabupaten/kota.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi, mengatakan sebaran titik panas di Sumatera masih cukup tinggi dengan konsentrasi terbesar berada di sejumlah provinsi.
“Total titik panas di wilayah Sumatera mencapai 312 titik. Untuk Riau sendiri, kami mendeteksi delapan titik panas yang tersebar di beberapa wilayah,” ujar Gita.
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, Kabupaten Rokan Hulu menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak di Riau, yakni empat titik. Selanjutnya, Kota Dumai terpantau dua titik, sedangkan Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Indragiri Hilir masing-masing terdapat satu titik panas.
Secara regional, Provinsi Sumatera Selatan mencatat jumlah hotspot tertinggi dengan 130 titik, disusul Aceh sebanyak 73 titik, Sumatera Utara 31 titik, Jambi dan Kepulauan Bangka Belitung masing-masing 20 titik, Lampung 13 titik, Sumatera Barat 12 titik, serta Bengkulu lima titik.
BMKG Minta Warga Waspadai Karhutla
BMKG menyebut tingginya jumlah titik panas sejalan dengan kondisi cuaca yang cenderung panas di sejumlah wilayah. Di Provinsi Riau, suhu udara pada Rabu diprakirakan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 55–98 persen.
Sementara itu, angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam. Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang diprakirakan berada pada kategori rendah, yakni berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu munculnya titik api di tengah kondisi cuaca yang relatif kering.







Komentar