Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menggelar lomba pengelolaan sampah profesional bagi Lembaga Pengelola Sampah (LPS) tingkat kelurahan. LPS yang dinilai terbaik akan mendapatkan hadiah utama berupa perjalanan umroh.
Penilaian dilakukan oleh tim yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), TP PKK, dan Dharma Wanita Kota Pekanbaru. Tim telah turun ke lapangan untuk menilai 30 LPS yang tersebar di berbagai kelurahan.
Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan penilaian tidak hanya menyasar LPS, tetapi juga badan usaha dan sekolah Adiwiyata.
“Tim sudah turun ke masing-masing wilayah, ke 30 LPS tersebut. Penilaian bukan hanya LPS saja, ada badan usaha, kemudian ada sekolah Adiwiyata yang juga dilakukan penilaian,” kata Reza, Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan, hasil penilaian akan direkap sebelum diumumkan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-242 Kota Pekanbaru.
“Nanti ketika sudah selesai rekapnya, kita akan lihat nilai tertinggi siapa dan pemenangnya akan diumumkan pada hari jadi Kota Pekanbaru,” ujarnya.
Dorong Pengurangan Sampah dari Sumbernya
Pemko Pekanbaru menyiapkan sejumlah hadiah bagi para pemenang, mulai dari becak motor (bentor) hingga hadiah utama berupa umroh yang akan diserahkan langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. Sementara sekolah Adiwiyata dan badan usaha terbaik akan memperoleh uang pembinaan.
Penilaian terhadap LPS dibagi ke dalam tiga kategori, yakni kategori kecil untuk wilayah dengan cakupan kurang dari 1.000 penduduk, kategori sedang untuk 1.000 hingga 3.000 penduduk, serta kategori besar untuk wilayah yang melayani lebih dari 3.000 penduduk.
Reza mengatakan, lomba tersebut bertujuan mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan mendorong pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Masyarakat diharapkan mulai memilah sampah rumah tangga, kemudian LPS mengolahnya agar memiliki nilai ekonomis.
Menurutnya, inovasi dan terobosan menjadi salah satu poin penting dalam penilaian. Sejumlah LPS bahkan telah mengolah sampah organik yang dikumpulkan dari masyarakat untuk kemudian dijual kembali dan menghasilkan pendapatan.
“LPS harus mampu menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sampah. Semakin banyak sampah yang diolah dan dimanfaatkan, maka semakin berkurang volume sampah yang masuk ke TPA,” pungkas Reza.







Komentar