DPRD Riau Tegaskan Jabatan Direktur BUMD Bukan Ajang Pamer, Harus Utamakan Kompetensi

Pekanbaru (Riaunews.com) – Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri, menegaskan bahwa jabatan Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bukan sekadar posisi prestise atau ajang pamer, melainkan amanah yang mengandung tanggung jawab besar untuk memenuhi tuntutan dan harapan masyarakat.

Edi mengatakan, sejak awal proses seleksi pihaknya telah mengingatkan agar posisi strategis tersebut diisi oleh sosok yang benar-benar memiliki kompetensi, terutama di bidang bisnis dan kewirausahaan.

Menurutnya, BUMD memiliki peran penting sebagai salah satu penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga peningkatan kinerja perusahaan daerah harus menjadi prioritas.

“Saya paling awal menegaskan, kalau misalnya orang-orang dekat gubernur dan sebagainya yang menduduki jabatan itu sah-sah saja. Tetapi kompetensi harus menjadi yang utama dalam seleksi ini,” ujar Edi Basri, Selasa (16/6/2026).

Ia menilai kemampuan dan kompetensi seorang direktur akan menentukan keberhasilan BUMD dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompetitif, termasuk menyelesaikan berbagai persoalan internal yang masih terjadi di tubuh perusahaan daerah.

DPRD Ingatkan Direksi BUMD soal Evaluasi Kinerja

Edi menegaskan direksi BUMD harus segera membenahi persoalan internal agar tidak terjadi perpecahan yang dapat menghambat kinerja perusahaan.

Menurutnya, jabatan yang diemban bukan sekadar simbol, melainkan tanggung jawab besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Nah ke depan kita akan kasih waktu untuk menyelesaikan persoalan internal supaya tidak terkotak-kotak di dalamnya. Ini bukan jabatan untuk pamer saja di BUMD ini, karena ini adalah tuntutan rakyat,” tegasnya.

Politisi Gerindra dari daerah pemilihan Kampar itu juga mengingatkan bahwa Komisi III DPRD Riau tidak akan segan meminta evaluasi apabila direksi BUMD tidak menunjukkan kinerja yang baik.

“Jika kinerja mereka nanti tidak baik ya bisa saja Komisi III menuntut atau meminta untuk evaluasi di tengah jalan,” pungkasnya.

Komentar