Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Provinsi Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus menggencarkan operasi pasar murah guna menjaga ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Riau melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Tetty Nurdianti, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan setiap hari dan tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Riau.
“Dengan adanya operasi pasar murah ini, kami ingin menjaga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi dan kestabilan harga di masyarakat,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Digelar di Kecamatan Kulim
Pada hari ini, operasi pasar murah digelar di halaman Kantor Lurah Pebatuan, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru, setelah sebelumnya dilaksanakan di Rumbai Bukit. Pada pekan pertama Mei, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di empat titik di Pekanbaru dan satu lokasi di Kabupaten Kampar.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk datang tepat waktu, yakni pukul 08.30 WIB, serta mengantre dengan tertib. Warga juga diminta membawa kantong belanja sendiri guna mengurangi penggunaan plastik.
Dalam kegiatan ini, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga terjangkau, di antaranya beras SPHP Rp60 ribu per 5 kilogram, beras Anak Daro dan Sokan Rp165 ribu per 10 kilogram atau Rp83 ribu per 5 kilogram. Gula pasir dibanderol Rp18.500 per kilogram, minyak goreng Rp15.500 per bungkus, garam Rp2.000 per kemasan, serta tepung terigu Rp13.000 per bungkus.
Sementara itu, harga komoditas seperti cabai, bawang, kentang, dan telur ayam menyesuaikan kondisi harga di tingkat petani dan pasar. Pemerintah berharap operasi pasar murah ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menekan laju inflasi.







Komentar