Pemko Pekanbaru Siapkan Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik, Target Rampung 2028

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota Pekanbaru menyiapkan skema pengolahan sampah menjadi energi listrik sebagai solusi jangka panjang dalam penanganan limbah. Program ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 melalui sistem Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi modern.

Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemko Pekanbaru dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah di Riau. Skema ini juga terintegrasi lintas wilayah guna mengoptimalkan pengelolaan sampah secara regional.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, menyebutkan Pekanbaru akan menyuplai sekitar 700 ton sampah per hari ke fasilitas pengolahan.

“Pekanbaru akan menyetorkan sekitar 700 ton sampah per hari. Kami juga menyiapkan armada pengangkutan,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Libatkan Lima Daerah

Total sampah yang akan diolah dalam program ini diperkirakan mencapai 1.000 ton per hari, yang berasal dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Siak, Pelalawan, dan Bengkalis. Seluruh daerah tersebut telah menyepakati kerja sama dalam pengelolaan sampah terpadu.

Fasilitas pengolahan akan dibangun di TPA Regional yang berada di perbatasan Pekanbaru dan Kampar. Pemerintah provinsi bertanggung jawab atas penyediaan lahan, sementara pemerintah kabupaten/kota berperan dalam penyetoran sampah.

Proyek Masuk Tahap Lelang

Saat ini, proyek PSEL tersebut telah memasuki tahap akhir, yakni proses lelang untuk menentukan pihak pelaksana. Pemerintah pusat menargetkan fasilitas ini mulai beroperasi pada Mei 2028 sesuai arahan Presiden.

Dengan sistem ini, pola pengelolaan sampah di Pekanbaru akan berubah. Dari total produksi sekitar 1.200 ton sampah per hari, sebanyak 700 ton akan dikirim ke fasilitas regional untuk diolah menjadi energi, sementara sisanya tetap dikelola di TPA Muara Fajar.

Selain itu, pengelolaan sampah melalui kerja sama dengan PT Indonesia Clean Energy tetap berjalan dan saat ini masih dalam tahap pengurusan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Komentar