Pekanbaru (Riaunews.com) – Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau mengalami penurunan pada Jumat (27/3/2026). Berdasarkan data BMKG Pekanbaru, tercatat 224 hotspot di Riau dari total 492 titik panas di Pulau Sumatera.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Indah DN, mengatakan jumlah tersebut menurun dibanding hari sebelumnya yang mencapai 335 titik. Meski demikian, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap perlu diwaspadai.
“Dari total 224 hotspot di Riau, terdapat 11 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi yang mengindikasikan adanya kebakaran,” ujarnya.
Sebaran Didominasi Bengkalis dan Pelalawan
Selain 11 titik dengan kepercayaan tinggi, terdapat 209 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan 4 titik dengan tingkat kepercayaan rendah.
Sebaran hotspot masih didominasi Kabupaten Bengkalis dengan 104 titik, disusul Pelalawan 68 titik. Kemudian Rokan Hilir 17 titik, Indragiri Hilir 16 titik, Kota Dumai 12 titik, Siak 4 titik, Kepulauan Meranti 2 titik, serta Indragiri Hulu 1 titik.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
BMKG mengingatkan bahwa penurunan jumlah hotspot tidak berarti kondisi sudah aman sepenuhnya dari ancaman karhutla. Pemantauan terus dilakukan secara intensif menggunakan satelit untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran di wilayah masing-masing guna mencegah dampak yang lebih luas.







Komentar