Rokan Hilir (Riaunews.com) – Polres Rokan Hilir menurunkan puluhan personel Bantuan Kendali Operasional (BKO) guna memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya.
Kapolres Rohil, Isa Imam Syahroni, menegaskan langkah ini merupakan bentuk kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi potensi kebakaran, terutama di wilayah rawan seperti lahan gambut.
“Personel BKO kami turunkan ke seluruh Polsek untuk meningkatkan patroli dan deteksi dini di daerah rawan karhutla,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Fokus Wilayah Rawan Gambut
Penempatan personel dilakukan di sejumlah wilayah strategis. Sebanyak 16 personel ditempatkan di Polsek Pujud, 19 personel di Polsek Tanah Putih Tanjung Melawan (TPTM), serta tambahan personel di Polsek Rantau Kopar.
Langkah ini diambil mengingat sebagian besar wilayah Kabupaten Rokan Hilir merupakan lahan gambut yang sangat rentan terbakar, terutama saat musim kemarau.
Tingkatkan Patroli dan Respons Cepat
Dengan adanya tambahan personel, diharapkan patroli dapat lebih intensif serta mampu mendeteksi titik api sejak dini. Jika ditemukan kebakaran, petugas dapat segera melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api meluas.
“Ini bentuk komitmen kami dalam penanganan karhutla secara terpadu dan respons cepat di lapangan,” tegasnya.
Imbauan untuk Masyarakat
Bupati Rokan Hilir, Bistamam, turut mengimbau seluruh perangkat daerah mulai dari camat, lurah, hingga RT untuk aktif memantau wilayah masing-masing dan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian jika ditemukan titik api.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak sembarangan membuang puntung rokok yang dapat memicu kebakaran.
Selain itu, masyarakat diminta memanfaatkan layanan darurat Polri 110 untuk melaporkan kejadian karhutla agar dapat segera ditangani. (Yan)







Komentar