Kasus Campak di Indonesia Meningkat, Kemenkes Catat 54 KLB hingga Maret 2026

Kesehatan, Nasional94 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Kementerian Kesehatan RI melaporkan peningkatan signifikan kasus campak di Indonesia hingga pertengahan Maret 2026. Kondisi ini memicu kewaspadaan terhadap potensi penyebaran yang lebih luas di berbagai daerah.

Berdasarkan data resmi, tercatat sebanyak 54 kejadian luar biasa (KLB) campak yang tersebar di 37 kabupaten/kota pada 13 provinsi. Sebelumnya, per 23 Februari 2026, terdapat 8.224 suspek campak dengan empat kasus kematian.

Sebaran dan Wilayah Tertinggi

Dalam periode yang sama, Kemenkes juga mencatat 21 KLB suspek campak di 17 kabupaten/kota dari 11 provinsi. Sebanyak 13 KLB di enam provinsi telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

Provinsi dengan jumlah KLB tertinggi antara lain Sumatera Barat dan Sumatera Selatan. Selain itu, DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah juga mencatat angka kasus yang cukup tinggi.

Gejala dan Risiko Komplikasi

Campak umumnya diawali dengan demam tinggi, batuk, pilek, dan radang mata yang dikenal sebagai gejala “3C”. Gejala ini biasanya muncul sebelum timbul ruam merah pada kulit.

Jika tidak ditangani dengan baik, campak berpotensi menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak dengan daya tahan tubuh lemah. Komplikasi yang dapat terjadi meliputi pneumonia, radang otak (ensefalitis), hingga gangguan penglihatan.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada campak.

Komentar