Mercedes-AMG Tampil Dominan di Sprint Qualifying GP China F1 2026

Motorsport173 Dilihat

Shanghai (Riaunews,com) – Pembalap George Russell dari tim Mercedes-AMG Petronas Formula One Team mencatat keunggulan lebih dari setengah detik atas tim tercepat berikutnya pada sesi sprint qualifying Formula 1 Chinese Grand Prix. Posisi kedua ditempati pembalap McLaren Formula 1 Team, Lando Norris.

Hasil tersebut melanjutkan awal musim 2026 yang impresif bagi Mercedes setelah meraih finis 1–2 pada seri pembuka di Australian Grand Prix. Performa tim asal Jerman itu bahkan disebut “mengagumkan” oleh pembalap McLaren, Oscar Piastri.

Pada sesi sprint qualifying, Russell dan rekan setimnya Kimi Antonelli berhasil mengunci baris terdepan. Antonelli sempat diselidiki karena dugaan menghalangi Norris di lintasan, namun steward memutuskan tidak ada pelanggaran setelah Norris menyatakan dirinya tidak sedang menjalani lap cepat.

CEO sekaligus team principal Mercedes, Toto Wolff, mengaku puas dengan performa timnya. Meski begitu, ia menegaskan bahwa sprint race bukanlah penentu utama akhir pekan balapan.

“Ini hasil yang sangat memuaskan. Kami punya jarak yang cukup sehat dari tim lain. Namun bagi saya sprint qualifying dan sprint race hanyalah bagian kecil dari akhir pekan. Kualifikasi utama dan balapan hari Minggu tetap yang paling penting,” ujar Wolff.

Menurut Wolff, keunggulan utama Mercedes terletak pada performa mobil di tikungan. Hal ini terlihat dari data GPS yang menunjukkan mobil Mercedes mampu mempertahankan kecepatan minimum lebih tinggi di tikungan dibanding para pesaingnya.

Meski kehilangan sedikit kecepatan di ujung lintasan lurus, mobil Mercedes mampu keluar dari tikungan lebih cepat dengan akselerasi lebih kuat. Di beberapa sektor seperti Tikungan 6 dan 11, keunggulan tersebut bahkan mencapai sekitar 5 km/jam dibanding mobil Alpine yang dikendarai Pierre Gasly.

Sementara itu, mobil McLaren tampil cukup kompetitif di sektor tikungan, khususnya di kompleks Tikungan 1 hingga 3 yang memiliki radius menyempit. Namun mobil Norris tercatat sekitar 7 km/jam lebih lambat di lintasan lurus dibanding Mercedes.

Wolff juga mengungkapkan bahwa salah satu faktor keberhasilan timnya adalah keputusan untuk lebih awal mengalihkan fokus pengembangan ke mobil musim 2026. Upaya tersebut dinilai berhasil menghasilkan integrasi yang baik antara unit tenaga dan sasis mobil.

Ia menambahkan bahwa integrasi semacam ini juga menjadi keunggulan bagi tim pabrikan seperti Scuderia Ferrari dan proyek baru Audi Formula 1 Team yang memiliki pengembangan terpadu antara mesin dan mobil.

“Saya sangat senang dengan cara mobil ini dikendarai. Integrasi antara power unit dan chassis bekerja sangat baik,” tutup Wolff.

Komentar