Pekanbaru (Riaunews.com) – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan mengoptimalkan potensi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebagai salah satu upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah ini dilakukan di tengah kondisi fiskal daerah yang mengalami penurunan akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat serta adanya aturan baru terkait pajak opsen. Karena itu, Pemprov Riau membentuk Tim Optimalisasi PAD untuk menggali berbagai potensi pendapatan daerah yang belum maksimal.
“Insyaallah dengan keyakinan, kami akan menggali potensi pendapatan daerah yang tidak memberatkan masyarakat. Itu kata kuncinya,” kata SF Hariyanto.
Ia menegaskan, peningkatan pendapatan daerah akan dilakukan tanpa menambah beban bagi masyarakat. Pemerintah daerah hanya berupaya memastikan kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan dapat dipungut secara optimal.
Potensi PBBKB Dinilai Masih Besar
SF Hariyanto menyebut potensi penerimaan dari PBBKB di Provinsi Riau sebenarnya cukup besar. Namun hingga saat ini, pendapatan dari sektor tersebut baru mencapai sekitar Rp1 triliun per tahun.
Padahal, menurutnya, volume bahan bakar yang masuk ke wilayah Riau tergolong tinggi sehingga seharusnya potensi pendapatan yang diterima daerah bisa jauh lebih besar.
“PBBKB ini potensinya cukup besar. Kita sekarang dapat tiap tahun cuma Rp1 triliun, sementara minyak yang masuk cukup besar. Teman sejawat Kalimantan Timur bisa sampai Rp6 triliun dari PBBKB, seharusnya pendapatan kita dari PBBKB minimal sama,” ujarnya.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Pemprov Riau juga akan menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau. Sejumlah unsur seperti Pangdam, Kapolda, Kajati hingga Danrem akan dilibatkan dalam upaya menggali potensi pajak dari sektor bahan bakar tersebut.
“Nanti akan kita persiapkan semua, kita gandengan semua Forkopimda Riau untuk menggali potensi PBBKB. Kalau niat kita baik, insyaallah bisa kita capai,” pungkasnya.







Komentar