Pekanbaru (Riaunews.com) – Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau terus berlangsung untuk menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada hari kedua pelaksanaan, Selasa (17/2/2026), kegiatan difokuskan di wilayah pesisir Kabupaten Siak dan Bengkalis.
Kabid Kedaruratan BPBD dan Damkar Riau, Jim Gafur, mengatakan tim melaksanakan dua kali penerbangan atau sortie pada hari kedua tersebut. Setiap sortie menaburkan satu ton garam (NaCl) sebagai bahan semai hujan.
“Pada hari kedua pelaksanaan OMC dilakukan di wilayah Siak dan Bengkalis. Masing-masing dilaksanakan sebanyak satu sortie, di mana setiap sortie sebanyak satu ton garam disemai,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan OMC menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan 208B dengan registrasi PK-AKR bantuan BNPB. Hingga hari kedua, total bahan semai yang telah digunakan mencapai tiga ton garam, termasuk satu ton pada hari pertama operasi.
Menurut Jim Gafur, fokus operasi masih diarahkan ke kawasan pesisir yang dinilai rawan karhutla. Selain untuk membantu pemadaman titik api, OMC juga bertujuan membasahi lahan gambut agar tidak mudah terbakar, seiring prediksi curah hujan yang mulai menurun di Riau.
“OMC direncanakan berlangsung selama satu minggu dengan ketersediaan bahan semai NaCl sebanyak 8.500 kilogram,” jelasnya.
Sementara itu, untuk kondisi karhutla di lapangan, tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis. Di lokasi tersebut masih ditemukan asap tipis dari lahan yang sebelumnya terbakar.
“Di Rupat tinggal asap tipis dan saat ini masih dilaksanakan pendinginan oleh tim gabungan,” tutup Jim Gafur.







Komentar