PHR Jaga Operasi Blok Rokan Saat Krisis Listrik Akibat Gangguan Pasokan Gas

Spesial Riau250 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil menjaga keberlangsungan operasi Blok Rokan meski menghadapi krisis pasokan energi akibat terhentinya suplai gas dari pihak ketiga pada awal Januari 2026. Gangguan tersebut menyebabkan daya listrik untuk fasilitas produksi turun drastis dari kebutuhan normal 435 megawatt (MW) menjadi sekitar 100 MW.

Senior Manager Power Generation & Transmission (PGT) PHR, Winarto, menjelaskan kondisi tersebut memicu defisit listrik sebesar 335 MW yang berpotensi menghentikan produksi dan merusak fasilitas. Namun, PHR mengandalkan Sistem Manajemen Beban dengan protokol otomatis 10 Level Pemadaman (load shedding) untuk memutus beban non-esensial hingga menjaga fasilitas paling kritis tetap beroperasi.

Saat krisis berlangsung, manajemen PHR langsung mengaktifkan Incident Management Team (IMT) guna memastikan pengambilan keputusan terpusat dan cepat. Di bawah struktur IMT, fungsi Production Reliability & Innovation Management (PRIME) berperan mengoordinasikan strategi produksi bersama fungsi Productions & Operations, PGT, dan Hydrocarbon Transportation.

Senior Manager PRIME, Desy Kurniawan, mengatakan timnya melakukan perhitungan harian terkait potensi kehilangan produksi dan distribusi daya yang terbatas. Strategi tersebut memprioritaskan operasi gathering station dan sumur-sumur dengan produksi tertinggi untuk menghindari risiko pembekuan minyak (congeal) serta luapan fluida produksi (overflow).

Melalui perhitungan teknis yang matang, PHR memutuskan menghentikan sementara operasi sumur-sumur marginal dan fasilitas pendukung. Langkah ini memungkinkan perusahaan menjaga lebih dari 7.000 sumur prioritas tetap beroperasi di tengah keterbatasan pasokan energi.

Incident Commander IMT PHR, Endah Rumbiyanti, menegaskan keberhasilan tersebut mencerminkan ketangguhan sistem dan sumber daya manusia PHR. Ia menyebut kemampuan insinyur dalam mengelola beban listrik berbasis data memastikan produksi tetap berjalan dan kontribusi Blok Rokan terhadap penerimaan negara dapat dipertahankan sembari menunggu pemulihan pasokan gas.

Komentar