Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut), Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan distribusi tersebut ditempuh melalui jalur darat selama sekitar tujuh jam dari Integrated Terminal (IT) Pertamina Lhokseumawe.
Menurut Fahrougi, Pertamina terus berupaya menyalurkan energi ke wilayah terdampak bencana meski akses jalan sempat terputus. Berbagai alternatif jalur ditempuh agar distribusi BBM tetap berjalan. “Sebelumnya pengiriman dilakukan melalui jalur udara. Kini, alhamdulillah armada Pertamina berhasil masuk ke Takengon lewat jalur darat,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).
Dalam pendistribusian ini, Pertamina mengerahkan mobil tangki berkapasitas 5 kiloliter (KL) dan 8 KL. Seluruh perjalanan mendapat pengawalan aparat penegak hukum guna memastikan kelancaran distribusi di tengah kondisi jalan yang belum sepenuhnya pulih.
Sebelum jalur darat berhasil ditembus, Pertamina telah menyalurkan BBM ke wilayah Bener Meriah dan Takengon sejak 13 Desember 2025 melalui skema distribusi darurat menggunakan pesawat Air Tractor.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan terkait. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat di wilayah terdampak bencana dapat terpenuhi, sejalan dengan komitmen Satgas Natal dan Tahun Baru Pertamina yang berlangsung hingga 11 Januari 2026.
Komentar