Kadin Prediksi Perputaran Uang Libur Nataru 2025/2026 Tembus Rp107,56 Triliun

Jakarta (Riaunews.com) – Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, memperkirakan perputaran uang selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mencapai Rp107,56 triliun. Proyeksi tersebut didasarkan pada hasil survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan yang mencatat jumlah pemudik Nataru mencapai 119,5 juta orang.

Menurut Sarman, jumlah tersebut setara dengan sekitar 29,87 juta keluarga dengan asumsi satu keluarga terdiri dari empat orang. Jika setiap keluarga membelanjakan rata-rata Rp3,6 juta selama liburan, maka potensi perputaran uang diperkirakan mencapai Rp107,55 triliun, atau naik sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya.

Ia mengaku proyeksi tersebut di luar perkiraan awal Kadin, mengingat jarak waktu libur Nataru yang berdekatan dengan persiapan Ramadan dan Idulfitri 2026. Namun, antusiasme masyarakat tetap tinggi, didorong oleh berbagai stimulus pemerintah untuk menekan biaya perjalanan akhir tahun.

Stimulus tersebut antara lain diskon tarif tol 10–20 persen di ruas Jabodetabek, Trans Jawa, non-Jawa, dan Trans Sumatera. Selain itu, diskon juga diberikan pada moda transportasi darat, laut, dan udara, termasuk potongan tarif kereta api hingga 30 persen, tiket kapal laut sekitar 20 persen, serta penurunan harga tiket pesawat ekonomi rata-rata 13–14 persen dengan skema PPN ditanggung pemerintah.

Dengan kondisi tersebut, Sarman optimistis berbagai sektor usaha akan merasakan dampak positif, mulai dari ritel, pusat perbelanjaan, hotel, restoran, UMKM, hingga sektor logistik dan transportasi. Ia juga meminta Bank Indonesia dan perbankan memastikan ketersediaan uang tunai selama periode Nataru.

Perputaran uang diperkirakan akan tersebar di daerah-daerah perayaan Natal serta destinasi wisata favorit seperti Bali, Yogyakarta, Bandung, dan Bogor. Sarman berharap momentum Nataru dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional kuartal IV-2025 di kisaran 5 persen dan menjaga pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 tetap di atas angka tersebut.

Komentar