Penataan Bundaran Depan Mal Pekanbaru Dimulai, Dua U-Turn Ditutup

Pekanbaru25 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai menata bundaran di depan Mal Pekanbaru. Untuk mendukung kelancaran pengerjaan, dua titik putar balik atau U-turn di kawasan padat lalu lintas tersebut ditutup sementara.

Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Pekanbaru, Octavianus Nahuway, mengatakan pengendara yang hendak berputar arah harus menyesuaikan rute perjalanan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di sekitar lokasi.

“Pengendara yang hendak berputar arah harus menyesuaikan rute perjalanan. Agar, penumpukan kendaraan tidak terjadi di sekitar kawasan tersebut,” kata Octavianus, Jumat (6/11/2026).

Ia menjelaskan, pengendara dari arah pusat kota dapat memanfaatkan jalur putar balik di bawah Flyover Jembatan Siak IV. Sementara itu, pengendara dari arah Rumbai bisa menggunakan U-turn Star City.

“Kami mengarahkan pengendara agar memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan. Dari arah pusat kota bisa memutar melalui bawah Flyover Jembatan Siak IV. Sedangkan dari arah Rumbai dapat menggunakan U-turn Star City,” jelasnya.

Octavianus mengimbau pengendara mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas yang berjaga di lapangan. Pengendara juga diminta berhati-hati serta menyesuaikan kecepatan saat melintasi kawasan tersebut.

Bundaran Mengusung Konsep Persimpangan Shibuya

Penataan bundaran tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Pekanbaru mempercantik wajah kota, khususnya di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Pembenahan tidak hanya menyasar tampilan kawasan, tetapi juga fungsi lalu lintas di sekitar persimpangan.

Sebelumnya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan bundaran depan Mal Pekanbaru akan ditata dengan konsep lebih modern. Bahkan, desain kawasan persimpangan tersebut mengadopsi konsep Shibuya di Jepang.

“Itu kita bangun satu lagi di simpang depan MP. Itu akan kita baguskan. Mudah-mudahan akhir tahun ini selesai,” kata Agung.

Pemko juga berencana memperlebar area putar balik kendaraan di sekitar bundaran. Selain itu, posisi pos polisi akan dimundurkan dan dibenahi agar kawasan persimpangan terlihat lebih rapi.

Agung menambahkan, Pemko akan membangun pos Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mendukung pengawasan ketertiban umum. Keberadaan pos tersebut diperlukan karena masih ditemukan persoalan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) serta gelandangan dan pengemis (gepeng) di kawasan itu.

Penataan Didukung Mal Pekanbaru Tanpa APBD

Menariknya, pembangunan dan penataan bundaran tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemko Pekanbaru mendapat dukungan dari pihak Mal Pekanbaru yang turut berpartisipasi mempercantik kawasan di sekitar pusat perbelanjaan tersebut.

Agung menyampaikan apresiasi atas keterlibatan pihak swasta dalam mendukung penataan wajah Kota Pekanbaru.

“Ini tanpa APBD, dibantu oleh Mal Pekanbaru. Kita berterima kasih banyak kepada pihak yang ikut antusias. Mereka ingin kawasan di depan tempat usaha mereka terlihat bagus, sehingga tertarik untuk ikut membenahinya,” ujarnya.

Selain pembenahan fisik persimpangan, kawasan tersebut nantinya juga dilengkapi videotron. Bank Mandiri yang berada tidak jauh dari simpang itu turut menyiapkan videotron sebagai bagian dari penataan kawasan.

Agung menyebutkan, ke depan Jalan Jenderal Sudirman diarahkan menjadi kawasan yang lebih modern dengan penggunaan videotron. Pemko juga ingin mengurangi keberadaan baliho konvensional yang menggunakan konstruksi besi.

“Konsepnya seperti persimpangan Shibuya di Jepang, karena ada videotron. Nanti Bank Mandiri di dekat simpang itu juga menyiapkan videotron. Jadi, Jalan Sudirman tidak ada lagi menggunakan baliho yang pakai besi, semuanya sudah menggunakan videotron,” jelasnya.

Komentar