DLHK Riau Belum Terima Aduan Bau Busuk Usai Hujan yang Viral di Medsos

Pekanbaru (Riaunews.com) – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau mengaku belum mengetahui informasi mengenai bau busuk menyerupai gas atau sampah yang sempat viral di media sosial setelah hujan. DLHK Riau menyatakan akan menindaklanjuti laporan masyarakat apabila menerima aduan terkait dugaan pencemaran udara tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Provinsi Riau, Job Kurniawan, mengatakan pihaknya siap merespons laporan yang masuk untuk menelusuri dugaan pencemaran lingkungan.

“Kalau ada aduan, kami tindak lanjuti,” kata Job kepada CAKAPLAH.COM, Kamis (29/10/2026).

Penelusuran Sumber Bau Busuk Tidak Mudah

Job menjelaskan, penanganan dugaan pencemaran lingkungan melibatkan kewenangan berbagai tingkatan pemerintahan, mulai dari pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah provinsi, hingga Kementerian Lingkungan Hidup.

Menurutnya, penelusuran sumber bau tidak sedap yang terbawa udara memiliki tantangan tersendiri. Apalagi, hingga kini belum diketahui secara pasti lokasi maupun sumber bau yang dikeluhkan masyarakat tersebut.

“Kalau bau itu di udara, sumbernya juga belum tentu diketahui. Itu susah juga bagi kami,” ujarnya.

Ia menegaskan, dugaan pencemaran udara perlu ditelusuri secara cermat sebelum pemerintah dapat menentukan sumber dan langkah penanganannya.

DLHK Minta Informasi Lokasi untuk Penelusuran

Job mengatakan, penentuan sumber pencemaran udara tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan keberadaan bau atau asap yang melintasi suatu wilayah. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan asal pencemaran tersebut.

Karena itu, informasi mengenai lokasi kemunculan bau busuk dan kondisi saat kejadian dinilai penting untuk membantu proses penelusuran.

“Karena itu, informasi mengenai lokasi dan sumber bau busuk tersebut perlu ditelusuri. Supaya, penanganannya dapat dilakukan,” pungkas Job.

DLHK Riau menyatakan akan menindaklanjuti aduan masyarakat sesuai kewenangannya. Hingga saat ini, sumber bau busuk yang ramai dibicarakan setelah hujan tersebut belum dapat dipastikan.

Komentar