Waspada! Kasus DBD di Pekanbaru Capai 745 Kasus, Tiga Warga Meninggal

Kesehatan, Pekanbaru23 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru terus meningkat seiring peralihan cuaca dari musim panas menuju musim penghujan. Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat 745 kasus DBD sejak Januari hingga awal Oktober 2026.

Dari jumlah tersebut, Kecamatan Tuah Madani menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 117 kasus. Selanjutnya Kecamatan Marpoyan Damai dengan 109 kasus dan Bukit Raya sebanyak 82 kasus.

Diskes Pekanbaru juga mencatat tiga warga meninggal dunia akibat DBD. Masing-masing merupakan warga Kecamatan Tuah Madani, Sail dan Kulim.

Peralihan Cuaca Tingkatkan Risiko DBD

Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru Dedy Sambudi mengatakan masyarakat perlu mewaspadai gejala DBD, terutama ketika mengalami demam tinggi.

“Mungkin awalnya dikira demam biasa, tetapi akhirnya demam tinggi. Setiba di rumah sakit mengalami penurunan trombosit sehingga kondisi sangat lemah,” kata Dedy, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, peralihan cuaca dari panas ke hujan perlu menjadi perhatian karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor penular DBD.

Dedy meminta masyarakat memastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah yang dapat menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk. Genangan tidak hanya berada di tanah, tetapi juga dapat muncul pada berbagai barang yang menampung air hujan.

“Genangan ini yang memicu jentik nyamuk Aedes aegypti berkembang,” terang Dedy.

Warga Diminta Intensifkan Gerakan 3M Plus

Untuk mencegah peningkatan kasus DBD, warga diminta kembali mengintensifkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus.

Upaya tersebut dilakukan dengan menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat tempat penyimpanan air serta mengubur atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air.

Warga juga diminta memperhatikan berbagai barang di sekitar rumah yang dapat menjadi tempat genangan air hujan, seperti ban bekas, kaleng dan ember.

Langkah tersebut penting untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk sekaligus memutus rantai penularan DBD, terutama di tengah perubahan cuaca dari musim panas menuju musim penghujan.

Komentar