Pekanbaru (Riaunews.com) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru terus menggenjot penemuan dan penanganan kasus tuberkulosis atau TBC. Hingga 20 September 2026, sebanyak 3.605 kasus TBC telah ditemukan.
Jumlah tersebut mencapai 68,2 persen dari target penemuan kasus TBC tahun ini sebanyak 5.280 kasus. Selain itu, Diskes mencatat 15.395 orang terduga TBC telah ditemukan melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM), atau 54,6 persen dari target 28.220 orang.
Kepala Diskes Pekanbaru Hazli Fendriyanto mengatakan penemuan kasus terus dilakukan melalui pelayanan kesehatan maupun secara aktif di tengah masyarakat.
“Sebanyak 3.605 kasus baru sudah ditemukan dari target 5.280 kasus hingga 20 September tahun ini. Selain itu, sebanyak 15.395 orang terduga TBC telah ditemukan melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM), atau 54,6 persen dari target 28.220 orang,” kata Hazli, Minggu (27/9/2026).
Penemuan Kasus TBC Terus Ditingkatkan
Hazli mengatakan capaian penemuan kasus TBC Pekanbaru tahun ini masih perlu ditingkatkan. Sebab, pada tahun lalu Diskes berhasil menemukan 5.505 kasus atau 114 persen dari target Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebanyak 4.838 kasus.
Capaian tersebut menjadi dorongan bagi Diskes untuk memperkuat penemuan kasus pada tahun ini. Selain penemuan aktif, Diskes juga menyusun berbagai strategi untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan pasien TBC.
“Kami menargetkan angka keberhasilan pengobatan atau treatment success rate (TSR) dapat mencapai target nasional sebesar 90 persen,” terangnya.
Diskes juga meningkatkan kualitas penanganan TBC dengan memberikan apresiasi kepada fasilitas pelayanan kesehatan yang mencatatkan kinerja terbaik dalam penemuan maupun keberhasilan pengobatan.
Puskesmas Sidomulyo Catat Kinerja Tertinggi
Diskes Pekanbaru menyerahkan piagam penghargaan dan sertifikat kepada sejumlah puskesmas yang dinilai berhasil dalam penemuan kasus dan pengobatan TBC.
Untuk kategori penemuan kasus TBC terbanyak pada tahun lalu, Puskesmas Sidomulyo menempati peringkat pertama. Posisi kedua ditempati Puskesmas Payung Sekaki, sedangkan Puskesmas Rejosari berada di peringkat ketiga.
Sementara itu, kategori keberhasilan pengobatan terbaik yang melampaui target nasional diraih Puskesmas Sidomulyo dengan capaian 99 persen.
Puskesmas Sapta Taruna berada di posisi berikutnya dengan capaian keberhasilan pengobatan 98 persen. Sementara Puskesmas Sail dan Puskesmas Langsat masing-masing mencatat capaian 97,4 persen.
Hazli berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi fasilitas pelayanan kesehatan lainnya untuk memperkuat penemuan kasus sekaligus memastikan pasien TBC menjalani pengobatan hingga tuntas.







Komentar