Sindikat Jambret Spesialis Perhiasan Emas Dibongkar, Dua Pelaku Ditangkap di Siak

Siak (Riaunews.com) – Polisi membongkar sindikat jambret yang diduga menyasar warga pengguna perhiasan emas di sejumlah wilayah Riau. Dua pelaku berinisial BN dan RF ditangkap setelah polisi membuntuti pergerakan mereka selama tiga hari.

Keduanya diamankan saat berada di sebuah warung es dawet di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.

Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos Pamulais mengatakan kedua pelaku merupakan bagian dari komplotan pencurian dengan kekerasan yang menyasar korban pengguna perhiasan emas.

“Ini pelaku pencurian dengan kekerasan atau jambret. Mereka spesialis perhiasan emas,” kata Raja Kosmos saat dikonfirmasi, Senin (28/9/2026) malam.

Jambret Tarik Gelang Emas Korban

Salah satu aksi komplotan tersebut terjadi pada 21 September 2026 di Kampung Rempak, Siak. Saat itu, seorang ibu rumah tangga bersama anaknya melintas menggunakan sepeda motor.

Korban kemudian diduga dipepet pelaku. Salah satu pelaku menarik paksa gelang emas yang dikenakan korban hingga korban nyaris tersungkur.

Pelaku juga sempat mencoba merampas cincin korban. Namun, upaya tersebut gagal sehingga mereka langsung melarikan diri.

“Gelang emas itu 24 karat, nilai kerugian berkisar Rp33 juta. Jadi setelah tarik gelang, mereka coba ambil paksa cincin, tapi gagal dan langsung lari,” jelasnya.

Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan. Petugas berhasil mengidentifikasi pelaku dan membuntuti pergerakan mereka selama tiga hari sebelum melakukan penangkapan.

Dua Pelaku Lain Masih Diburu

Dari hasil penyelidikan, polisi menduga komplotan tersebut berjumlah empat orang. Mereka disebut menggunakan dua sepeda motor saat menjalankan aksinya.

“Jadi mereka ini sindikat ada empat orang kalau beraksi dengan dua sepeda motor. Dua pelaku kami tangkap, dua lagi sedang kami kejar,” ujar Raja Kosmos.

Dalam pemeriksaan awal, BN dan RF juga mengaku pernah melakukan aksi serupa di sejumlah wilayah Riau, termasuk Kota Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan.

Polisi masih mendalami pengakuan tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain. Sementara itu, dua anggota komplotan lainnya masih dalam pengejaran.