PM2.5 Pekanbaru Capai 153,8 µg/m³, Kualitas Udara Kembali Sangat Tidak Sehat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk seiring kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Riau. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Pekanbaru mencapai 153,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Senin (28/9/2026) pukul 19.00 WIB.

Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi ini menunjukkan konsentrasi partikulat halus di udara Pekanbaru kembali meningkat di tengah terpantau sebaran asap di sejumlah wilayah.

Pantauan Riau Aktual pada Senin malam juga menunjukkan kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru. Kondisi udara terlihat berkabut, terutama di sejumlah kawasan perkotaan.

Asap Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Sumatera

Kondisi tersebut sejalan dengan pemantauan BMKG yang mendeteksi sebaran asap di wilayah Riau. Citra sebaran asap BMKG pada 28 September 2026 pukul 16.00 WIB menunjukkan asap terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Di Sumatera, asap terpantau di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Lampung. Sementara di Kalimantan, asap terdeteksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara.

BMKG mencatat sebaran asap di wilayah tersebut bergerak ke arah barat laut hingga utara. Secara umum, arah angin di Indonesia bertiup dari timur-tenggara menuju barat laut-utara.

BMKG juga mendeteksi adanya transboundary haze atau sebaran asap lintas batas negara. Asap terpantau bergerak dari Kalimantan menuju Sarawak, Malaysia, serta dari Sumatera menuju Semenanjung Malaysia.

Kualitas Udara Pekanbaru Perlu Terus Dipantau

Kondisi tersebut membuat kualitas udara di Pekanbaru perlu terus dipantau, terutama ketika konsentrasi PM2.5 berada pada level sangat tidak sehat.

Sebelumnya, kabut asap juga sempat menyelimuti Pekanbaru dan membuat kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Kabut asap kembali terlihat di sejumlah kawasan Pekanbaru pada pertengahan September.

Sementara itu, BMKG pada Senin memprakirakan kondisi udara Riau pada pagi hari kabur hingga cerah berawan. Hujan ringan hingga sedang juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kota Pekanbaru pada malam hingga dini hari.

Perubahan konsentrasi PM2.5 masih dipengaruhi kondisi cuaca, arah dan kecepatan angin, serta pergerakan massa asap di wilayah Riau.