Pekanbaru (Riaunews.com) – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru Junaedy mengimbau masyarakat tidak memberikan uang kepada gelandangan dan pengemis (gepeng) yang beraktivitas di persimpangan jalan.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai upaya menekan aktivitas meminta-minta di ruang publik. Menurut Junaedy, pemberian uang secara langsung dapat membuat aktivitas tersebut terus berlangsung.
“Kami menilai pemberian uang secara langsung justru dapat membuat aktivitas tersebut terus berlangsung dan berpotensi menarik lebih banyak gepeng ke persimpangan jalan, orang Pekanbaru ini terlalu banyak yang dermawan,” kata Junaedy, Kamis (23/9/2026).
Junaedy mengatakan mayoritas gepeng yang terjaring dalam penertiban merupakan warga pendatang dari luar Pekanbaru. Mereka memanfaatkan sejumlah persimpangan jalan untuk meminta uang kepada pengendara.
Gepeng Banyak Berasal dari Luar Pekanbaru
Selain meminta uang, sebagian gepeng juga menjalankan modus berjualan tisu di sekitar lampu merah. Aktivitas tersebut ditemukan di sejumlah persimpangan yang ramai dilalui kendaraan.
“Rata-rata, mereka itu ber-KTP di luar Pekanbaru. Itu kebiasaan mereka. Bukan untuk mencari nafkah saja, tetapi untuk cari kaya,” ucap Junaedy.
Dinsos Pekanbaru terus melakukan penertiban terhadap gepeng yang beraktivitas di persimpangan jalan. Namun, upaya tersebut dinilai perlu didukung masyarakat agar aktivitas meminta-minta tidak kembali marak.
Warga Diminta Tidak Memberi Uang
Junaedy meminta warga tidak memberikan uang secara langsung kepada gepeng di persimpangan. Ia menilai kebiasaan tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang membuat gepeng terus kembali beraktivitas di lokasi yang sama.
“Kalau diberi, mereka akan terus datang. Karena itu, kami mengajak warga untuk tidak memberikan uang kepada gepeng di persimpangan jalan,” pungkasnya.







Komentar