Pekanbaru (Riaunews.com) – Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk akibat kabut asap. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru pun memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik tingkat PAUD hingga SMP.
Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Achmad Faisal Reza, menilai kebijakan tersebut diperlukan untuk menjaga kesehatan peserta didik di tengah kondisi udara yang kembali memburuk.
“Kami apresiasi Pemko sigap dengan menerapkan PJJ dua hari ke depan karena kita lihat kondisi kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru,” kata Faisal Reza, Senin (21/9/2026).
Diskes Diminta Perkuat Penanganan ISPA
Reza meminta Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru meningkatkan antisipasi terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan masyarakat. Ia mendorong penguatan pemantauan dan penanganan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Menurutnya, kasus ISPA di Pekanbaru saat ini telah mencapai lebih dari 4.987 kasus. Kelompok balita dan lanjut usia (lansia) menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih di tengah kondisi tersebut.
“Tentu harapan kami kepada Dinas Kesehatan lebih sigap lagi untuk mengantisipasi meningkatnya ISPA yang sudah sampai 5.000 orang, rata-rata balita dan lansia,” ujarnya.
Ia meminta pemantauan kesehatan tidak hanya dilakukan di tingkat Dinas Kesehatan, tetapi diperkuat hingga ke Puskesmas. Dengan langkah tersebut, masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap dapat segera memperoleh penanganan.
“Terus dimonitor sampai ke tingkat Puskesmas agar kasus ISPA bisa cepat diatasi,” kata Reza.
Karhutla Diminta Segera Ditangani
Selain dampak kesehatan, Reza berharap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat segera dilakukan di wilayah yang menjadi sumber asap. Menurutnya, langkah tersebut penting agar kabut asap tidak terus menyelimuti Pekanbaru.
Ia menyebut hingga saat ini tidak terdapat titik api di wilayah Pekanbaru. Kondisi kabut asap yang terjadi, kata dia, berasal dari kiriman asap akibat karhutla di wilayah sekitar.
“Pekanbaru sampai hari ini nol titik api dan kita lihat dapat kiriman dari tetangga sebelah akibat karhutla,” katanya.







Komentar