Wartawan Lokal Dilarang Liput Langsung Kunjungan Prabowo ke Lokasi Karhutla Rimbo Panjang

Nasional27 Dilihat

Kampar (Riaunews.com)  – Sejumlah wartawan lokal dan kontributor televisi nasional yang berada di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, tidak diperkenankan melakukan peliputan langsung kunjungan Presiden Prabowo Subianto, Senin (24/8/2026).

Para jurnalis yang telah berada di sekitar Jalan Keluarga, Kelurahan Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, diminta tidak mengambil gambar maupun meliput rangkaian kegiatan Presiden di lokasi kebakaran.

Pembatasan tersebut disampaikan pihak Biro Humas Kepresidenan yang berada di lokasi kunjungan. Saat ditanya mengenai alasan wartawan lokal dan kontributor televisi tidak diperbolehkan melakukan peliputan, pihak humas menyebut kebijakan tersebut merupakan arahan dari Sekretariat Kabinet (Seskab).

Dokumentasi Ditangani Humas Kepresidenan

Menurut pihak Biro Humas Kepresidenan, seluruh dokumentasi dan peliputan kegiatan Presiden di lokasi karhutla akan dilakukan oleh tim mereka.

Kebijakan tersebut membuat sejumlah wartawan yang sejak awal mengikuti perkembangan penanganan karhutla di Rimbo Panjang tidak dapat mengambil gambar maupun meliput langsung agenda kunjungan Presiden Prabowo.

Padahal, kunjungan Presiden ke lokasi karhutla menjadi perhatian publik. Kebakaran di kawasan Rimbo Panjang telah berlangsung hampir dua pekan dan menghanguskan sekitar 10 hektare lahan.

Akses Peliputan Menjadi Perhatian

Kedatangan Prabowo ke lokasi diharapkan dapat memberikan gambaran langsung mengenai kondisi penanganan karhutla, mulai dari proses pemadaman hingga dampak kebakaran dan asap terhadap masyarakat sekitar.

Kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk melihat langkah pemerintah dalam menangani sekaligus mengantisipasi meluasnya kebakaran. Namun, dengan adanya pembatasan peliputan, informasi dan visual mengenai kegiatan Presiden di lokasi akan mengacu pada materi yang disediakan Biro Humas Kepresidenan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai alasan teknis maupun pertimbangan lain yang menjadi dasar pembatasan peliputan terhadap wartawan lokal dan kontributor media yang telah berada di lokasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah pentingnya akses informasi mengenai penanganan karhutla di Riau, khususnya bagi masyarakat sekitar yang terdampak langsung kebakaran.

Komentar