Korban Meninggal Gempa M7,7 di NTT Bertambah Menjadi 53 Orang

Nasional13 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Hingga Minggu (16/8/2026) sore, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 53 orang meninggal dunia.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan jumlah tersebut meningkat dari data sebelumnya yang mencatat 47 korban meninggal dunia. “Untuk pemutakhiran korban jiwa meninggal dunia per sore hari ini, total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia,” ujar Abdul Muhari sebagaimana dilansir Rmol.id.

Berdasarkan pemutakhiran data BNPB, korban meninggal dunia tersebar di enam kabupaten. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 25 orang, disusul Manggarai Timur sebanyak 20 orang.

Selanjutnya, Kabupaten Sikka mencatat empat korban meninggal dunia, Manggarai Barat dua orang, Ende dua orang, dan Nagekeo satu orang. BNPB menyampaikan duka cita kepada seluruh keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat bencana tersebut.

135 Warga Mengalami Luka-Luka

Selain korban meninggal dunia, BNPB mencatat sedikitnya 135 warga mengalami luka-luka. Para korban mendapat penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan terdekat.

Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 80 orang. Dari jumlah tersebut, 21 orang mengalami luka berat dan 59 lainnya mengalami luka ringan.

Sementara itu, Kabupaten Manggarai mencatat 37 korban luka, terdiri dari 17 orang luka berat dan 20 orang luka ringan. Kabupaten Sikka mencatat 12 korban luka, sedangkan Manggarai Barat terdapat enam korban luka berat.

Evakuasi dan Pendataan Masih Berlangsung

BNPB bersama tim gabungan masih melakukan penanganan dan pendataan di sejumlah wilayah terdampak. Proses evakuasi serta penanganan korban terus dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan dan pelayanan yang diperlukan.

Pemerintah mengimbau masyarakat terdampak tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Komentar