Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berencana membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Peternakan untuk mengoptimalkan aset lahan seluas 20 hektare di UPT Laboratorium Veteriner dan Kesehatan Hewan, Jalan Hang Tuah, Pekanbaru. BUMD tersebut ditargetkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan daging sapi di Riau secara mandiri dalam dua tahun ke depan.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan aset tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat bisnis peternakan yang dapat meningkatkan ketahanan pangan sekaligus menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Di UPT Laboratorium Veteriner dan Klinik Hewan lahannya ada sekitar 20 hektare. Kenapa ini tidak kita fungsikan lebih besar untuk kepentingan daerah dan masyarakat,” kata SF Hariyanto.
Ia menjelaskan, lahan yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai kawasan Plaza Ternak itu dinilai belum dikelola secara optimal. Karena itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau diminta menata kembali kawasan tersebut menjadi pusat peternakan terintegrasi.
“Nanti kita benahi dulu tempat makan ternaknya, nanti kita datangkan bibit sapi, dirawat baik-baik sapinya sampai besar. Jadi ke depan kita bisa memenuhi kebutuhan sapi sendiri, karena selama ini kita masih mendatangkan dari provinsi tetangga,” ujarnya.
Diminta Siapkan Kajian Bisnis
SF Hariyanto meyakini Riau memiliki kapasitas untuk mengurangi ketergantungan pasokan daging dari luar daerah apabila didukung tata kelola yang profesional dan berorientasi bisnis.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, ia meminta Dinas PKH Riau bersama instansi terkait segera menyusun kajian bisnis yang komprehensif mengenai pembentukan BUMD Peternakan.
“Saya ingin kita sediakan fasilitas baru dan datangkan sapi. Padahal kita sebenarnya sanggup untuk mengatasi ini, tinggal bagaimana kita mengelolanya,” katanya.
Menurut SF Hariyanto, swasembada daging sapi merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah. Nantinya, BUMD Peternakan akan berkolaborasi dengan BUMD Riau Pangan Bertuah untuk memperkuat sektor peternakan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jadi buatlah kajiannya yang bagus, sehingga satu atau dua tahun ke depan kita sudah bisa memenuhi kebutuhan daging secara mandiri tanpa harus dipasok dari luar provinsi,” tutupnya.







Komentar