DPRD Pekanbaru Soroti Dampak Kenaikan BBM Non-Subsidi, WFH Dinilai Bisa Tekan Pengeluaran

Pekanbaru (Riaunews.com) – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex dinilai berdampak langsung terhadap pengeluaran masyarakat, khususnya pengguna kendaraan pribadi.

Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Robin Eduar, mengatakan dampak tersebut dirasakan oleh masyarakat yang menggunakan kendaraan dengan konsumsi BBM non-subsidi.

“Kenaikan ini tentu sangat berpengaruh, apalagi banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan yang memang memakai BBM non-subsidi,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

WFH Dinilai Bantu Efisiensi

Di tengah kondisi tersebut, Robin menilai kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat yang diterapkan Pemerintah Kota Pekanbaru dapat menjadi solusi untuk menekan pengeluaran, terutama bagi aparatur sipil negara (ASN).

Menurutnya, pengurangan mobilitas setidaknya dapat membantu menghemat biaya bahan bakar.

“Dengan adanya WFH setiap Jumat, itu cukup membantu efisiensi, terutama bagi pegawai di lingkungan pemerintah kota,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar kebijakan WFH tidak disalahgunakan. ASN tetap diwajibkan menjalankan tugas dari rumah sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau diperintahkan kerja di rumah, ya kerja di rumah. Jangan sampai WFH malah digunakan untuk jalan-jalan,” tegasnya.

Layanan Publik Tetap Berjalan

Robin juga menekankan bahwa kebijakan WFH tidak berlaku untuk seluruh sektor, khususnya layanan publik yang bersifat vital.

Sektor seperti pendidikan, kesehatan, serta layanan kependudukan dan pencatatan sipil tetap harus berjalan normal demi menjaga pelayanan kepada masyarakat.

“Yang pelayanan umum tentu tidak bisa WFH, itu harus tetap standby,” pungkasnya.

Komentar