Pekanbaru (Riaunews.com) – Aksi blokade jalan oleh massa yang menolak relokasi dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di sekitar Kantor Gubernur Riau mulai berdampak pada aktivitas pedagang kuliner di lokasi tersebut.
Sejumlah pedagang mengeluhkan kesulitan berjualan akibat area yang biasa digunakan kini dipadati massa aksi. Selain itu, akses jalan yang ditutup juga membuat jumlah pembeli menurun drastis.
Salah seorang pedagang, Rani, mengaku harus mencari lokasi baru untuk berjualan karena tempat biasanya di sekitar Drive Thru BRK Syariah tidak bisa digunakan. “Biasanya jualan di situ, tapi sekarang ramai pendemo, jadi harus pindah tempat,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Tak hanya soal lokasi, sepinya pembeli juga menjadi masalah utama. Penutupan akses dari arah Jalan Sudirman menuju area kuliner membuat pengunjung enggan datang. Massa aksi yang mendirikan tenda di badan jalan dinilai semakin memperparah kondisi tersebut.
Keluhan serupa disampaikan pedagang lain, Zaki, yang biasanya memanfaatkan area parkir di sekitar kantor gubernur. Ia menyebut kini harus memarkir kendaraan lebih jauh karena lokasi tersebut ikut terdampak blokade.
Menurutnya, aksi penyampaian aspirasi seharusnya tetap mempertimbangkan dampak terhadap masyarakat lain, khususnya pelaku usaha kecil. “Kalau seperti ini, kami yang dirugikan. Terlihat seperti menghalangi rezeki orang,” ungkapnya.
Diketahui, aksi ini merupakan lanjutan dari tuntutan massa yang ingin melakukan pertemuan daring dengan Prabowo Subianto. Selain memblokade jalan, massa juga mendirikan tenda, dapur umum, dan toilet portabel di sekitar lokasi.
Aksi tersebut direncanakan berlangsung hingga 18 April 2026, sehingga para pedagang berharap ada solusi agar aktivitas ekonomi di kawasan itu tetap bisa berjalan.
