Pekanbaru (Riaunews.com) – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk memfasilitasi dialog antara massa aksi penolak relokasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dengan pemerintah pusat belum membuahkan hasil. Massa tetap bersikukuh hanya ingin berdialog langsung dengan Presiden RI.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Riau, M Job Kurniawan, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian Kehutanan guna menjembatani pertemuan secara daring. Namun, rencana tersebut ditolak oleh perwakilan massa aksi.
“Sudah kita upayakan dan komunikasikan dengan Kemenhut. Sudah janji akan zoom siang tadi, tapi ditolak karena mereka maunya zoom dengan Presiden,” ujar Job, Selasa (14/4/2026).
Sikap Massa Tak Berubah
Penolakan tersebut menunjukkan sikap tegas massa aksi yang tidak ingin berkomunikasi selain dengan Presiden. Mereka menilai pertemuan dengan kementerian belum mampu menjawab tuntutan utama terkait kejelasan relokasi dan jaminan keberlangsungan hidup warga.
Sebelumnya, Pemprov Riau telah menerima berbagai aspirasi yang disampaikan massa dalam forum dialog. Pemerintah juga mengklaim terus mengupayakan solusi, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait penyediaan lahan pengganti bagi warga terdampak relokasi di kawasan TNTN.
Namun hingga kini, perbedaan sikap antara pemerintah dan massa aksi membuat proses dialog belum mencapai titik temu. Massa tetap bertahan pada tuntutan utama mereka, yakni bertemu langsung dengan Presiden untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.
