Dumai (Riaunews.com) – Penambahan armada kapal Roro di lintasan penyeberangan Rupat–Dumai belum juga terealisasi meski telah dijanjikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau. Kondisi ini memicu keluhan masyarakat yang bergantung pada transportasi tersebut setiap hari.
Sebelumnya, Dishub Riau menjanjikan penambahan armada dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Riau pada 7 April lalu. Kapal tambahan itu direncanakan mulai beroperasi pada 10 April, namun hingga kini belum terealisasi.
Akibatnya, penumpukan penumpang terus terjadi di pelabuhan, baik dari arah Pulau Rupat menuju Dumai maupun sebaliknya. Antrean panjang juga didominasi kendaraan, terutama truk pengangkut hasil perkebunan seperti kelapa sawit.
DPRD Desak Pemprov Segera Bertindak
Minimnya armada diperparah tingginya mobilitas masyarakat pasca Hari Raya Idulfitri. Dampaknya, hasil panen sawit milik warga Rupat tertahan di pelabuhan dan berpotensi menimbulkan kerugian.
Kondisi ini bahkan telah terjadi sejak sebelum Ramadan hingga setelah Idulfitri, sehingga menimbulkan pertanyaan terkait keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan tersebut.
Ketua Komisi I DPRD Riau, Nur Azmi Hasyim, mengatakan pihaknya telah menyampaikan persoalan ini kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau. Ia meminta agar pemerintah segera mencari solusi karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Saya sudah menyampaikan ini kepada Pak Plt Gubernur Riau, mudah-mudahan jadi perhatian karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat,” kata Azmi, Sabtu (11/4/2027).
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Dumai, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti, ia mengaku kecewa terhadap kinerja Dishub Riau. Ia menilai instansi tersebut lebih fokus pada penerimaan retribusi penyeberangan yang disebut mencapai Rp3,7 miliar, dibandingkan peningkatan pelayanan.
Sebelumnya, Komisi IV DPRD Riau juga telah memanggil Dishub terkait persoalan ini. Dalam RDP, Dishub menyebut seharusnya ada tiga kapal yang beroperasi. Namun, satu kapal mengalami kerusakan dan tengah menjalani perbaikan (docking).
Kapal tersebut dijanjikan kembali beroperasi pada 10 April, namun hingga kini belum juga difungsikan, sehingga layanan penyeberangan masih mengandalkan dua kapal yang tersedia.







Komentar