Pembersihan Pascabanjir Aceh Capai 480 Lokasi, Tersisa 39 Titik Sulit

Daerah, Lingkungan61 Dilihat

Aceh (Riaunews.com) – Proses pembersihan lumpur dan timbunan material pascabanjir di Aceh terus menunjukkan progres signifikan. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mencatat, sebanyak 480 dari total 519 lokasi terdampak telah berhasil ditangani.

Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satgas PRR, Safrizal, menyebutkan bahwa 39 lokasi yang tersisa umumnya berada di kawasan permukiman padat dengan sistem drainase sempit, sehingga membutuhkan penanganan manual yang lebih teliti.

Untuk mempercepat proses, Satgas PRR mengoptimalkan pengerahan personel di titik-titik krusial. Termasuk melibatkan Praja IPDN dalam pembersihan fasilitas publik dan lingkungan warga, khususnya di wilayah Aceh Tamiang agar segera kembali layak digunakan.

Selain itu, program padat karya (cash for work) tahap kedua juga terus berjalan dengan melibatkan masyarakat terdampak. Di Kabupaten Pidie Jaya, tepatnya di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, program ini melibatkan 392 peserta dari unsur warga, aparat daerah, serta TNI dan Polri.

Safrizal menegaskan, capaian tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam percepatan pemulihan pascabencana. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak utuh di media sosial terkait penanganan banjir di Aceh.

Menurutnya, seluruh infrastruktur vital dan jalan nasional tahap pertama bahkan telah rampung 100 persen sejak Januari lalu. Saat ini, fokus utama diarahkan pada penyelesaian pembersihan lingkungan permukiman hingga tuntas.

“Data adalah fakta, dan kerja kami adalah nyata. Kami tidak akan berhenti sampai lokasi terakhir benar-benar tuntas,” tegasnya.

Komentar