Pekanbaru (Riaunews.com) – Sejumlah pedagang di pasar tradisional Kota Pekanbaru mengeluhkan pasokan Minyakita yang tersendat dalam sepekan terakhir. Mereka mengaku belum menerima kiriman minyak goreng bersubsidi tersebut, sehingga terpaksa menaikkan harga jual di atas ketentuan.
Akibat terbatasnya stok, pedagang menjual Minyakita hingga Rp17.000 per liter. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru melakukan penelusuran langsung ke sejumlah pasar tradisional untuk memastikan penyebab terganggunya pasokan.
Distribusi Dibatasi, Bukan Langka
Kepala Disperindag Kota Pekanbaru melalui Kepala Bidang Tertib Perdagangan dan Perindustrian, Khairunnas, menegaskan bahwa pasokan Minyakita sebenarnya tidak kosong, melainkan mengalami pembatasan distribusi.
“Kami tegaskan pasokan tidak kosong, hanya saja ada pembatasan seiring rencana penghematan energi saat ini,” ujar Khairunnas, Jumat (3/4/2026).
Ia menjelaskan distribusi tetap berjalan, namun jumlah yang diterima pedagang berkurang dibanding biasanya. Jika sebelumnya pedagang bisa menerima hingga 100 kotak, kini hanya sekitar 50 kotak.
“Jadi untuk saat ini bukan langka, hanya pembatasan distribusi ke pedagang saja,” jelasnya.
Warga Diminta Tidak Panik
Disperindag mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang berpotensi memicu kelangkaan di tingkat konsumen.
Khairunnas memastikan distribusi Minyakita akan dilakukan secara bertahap hingga kondisi kembali normal.
“Warga kami imbau tetap tenang, distribusi Minyakita kami lakukan bertahap,” pungkasnya.
